
Ilustrasi orang yang lebih selektif dengan waktu dan energinya seiring bertambahnya usia (freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, perspektif kita terhadap waktu dan energi berubah secara signifikan. Kita mulai memahami nilai sebenarnya dari waktu dan energi dan menjadi lebih cermat dalam cara kita menggunakannya.
Pemahaman ini bukanlah sesuatu yang didapat dalam semalam, tetapi sebuah proses bertahap, yang tercermin dalam perilaku dan pilihan kita. Ada pola tertentu, perilaku spesifik yang biasanya ditunjukkan oleh orang-orang yang menghargai waktu dan energinya.
Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Selasa (18/3), tujuh perilaku yang umumnya diamati pada individu yang telah mempelajari seni mengelola waktu dan energi mereka secara bijaksana seiring bertambahnya usia.
Wawasan perilaku ini dapat membimbing Anda menuju pendekatan yang lebih penuh perhatian terhadap hidup, membantu Anda menghargai waktu dan menggunakan energi Anda dengan bijak.
1. Mereka mengutamakan kualitas daripada kuantitas
Dalam ketergesaan masa muda untuk mencoba segalanya, kita sering kali berakhir dengan memaksakan diri. Namun seiring bertambahnya usia, kita mulai menyadari bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Hal ini terutama berlaku pada cara kita menghabiskan waktu dan energi.
Orang yang lebih selektif dalam mengatur waktu dan energinya biasanya lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk melakukan beberapa hal yang paling penting bagi mereka daripada mengerjakan banyak tugas yang hanya menguras energi mereka.
2. Mereka lebih sering mengatakan tidak
Orang-orang yang selektif dalam menggunakan waktu dan energi mereka menyadari kekuatan kata sederhana ini. Mereka memahami bahwa setiap jawaban 'iya' adalah sebuah komitmen, sebagian dari waktu dan energi mereka yang mereka janjikan.
3. Mereka berlatih kesadaran penuh
Kesadaran penuh adalah tentang hadir di saat ini, berfokus pada saat ini, alih-alih tenggelam dalam penyesalan tentang masa lalu atau kekhawatiran tentang masa depan. Praktik ini memungkinkan mereka memanfaatkan waktu dan energi mereka sebaik-baiknya, karena mereka sepenuhnya terlibat dalam tugas atau pengalaman mereka saat ini.
Dengan mempraktikkan kesadaran, individu-individu ini dapat lebih memahami ke mana energi mereka harus diarahkan. Mereka tidak sekadar bereaksi terhadap kehidupan sebagaimana adanya, tetapi secara sadar memilih respons mereka terhadapnya.
4. Mereka menganut nilai istirahat
Dalam masyarakat yang sering mengagungkan kesibukan, mudah untuk mengabaikan pentingnya istirahat. Namun, mereka yang menjadi lebih selektif dalam mengelola waktu dan energi memahami nilai ini. Ada saatnya Anda percaya bahwa hari-hari produktif hanyalah hari-hari yang penuh dengan tugas dan kegiatan.
Istirahat adalah hal yang tidak penting, sesuatu yang harus diselipkan di antara tugas dan kewajiban. Namun, istirahat sebenarnya bukan sekadar istirahat dari pekerjaan, ini adalah bagian mendasar dari kehidupan yang seimbang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
