Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 20.34 WIB

Terjadi Longsoran Bukit di Bendungan Bagong, Pembangunan Tetap Berjalan

Pekerjaan penanganan longsor oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas pada tebing di lokasi pembangunan Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Jatim. - Image

Pekerjaan penanganan longsor oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas pada tebing di lokasi pembangunan Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Jatim.

JawaPos.com -  Pasca longsor yang terjadi pada tebing di Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas segera melakukan langkah penanganan darurat.

Diketahui longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang terjadi terus-menerus pada 17-19 Februari 2025. Curah hujan yang tinggi tersebut membuat tanah terisi air (jenuh) sehingga mengakibatkan terjadinya longsor di kaki tebing pembangunan Bendungan Bagong.

Kepala BBWS Brantas Hendra Ahyadi menegaskan bahwa longsor terjadi pada bagian tebing di sekitar bendungan, bukan pada struktur utama. Oleh karena itu, kekuatan dan kestabilan konstruksi bendungan tidak terganggu. Sehingga proyek pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.

‘’Pembangunan Bendungan Bagong tetap berjalan karena lokasi longsor bukan merupakan bagian dari struktur utama bendungan,” ujarnya.

Untuk mengatasi dampak longsor, BBWS Brantas segera melakukan pembersihan material longsoran di bibir outlet dan melandaikan tebing-tebing yang rawan longsor. Sementara itu, penanganan permanen akan dilakukan setelah hasil kajian dari Balai Teknik Bendungan tersedia.

Bendungan Bagong merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki manfaat besar bagi Kabupaten Trenggalek. Bendungan ini dirancang untuk melayani kebutuhan irigasi seluas 977 hektare sawah di Daerah Irigasi Bagong dan diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300%.

Pekerjaan penanganan longsor oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas pada tebing di lokasi pembangunan Bendungan Bagong, Kabupaten Trenggalek, Jatim.

Selain itu, bendungan Bagong juga diproyeksikan akan menyuplai air baku sebesar 153 liter/detik untuk tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bagong. Manfaat lainnya adalah pengurangan risiko banjir seluas 85,6 hektare di lima kecamatan, yakni Kecamatan Pogalan, Gandusari, Bendungan, dan Trenggalek.

Saat ini, tim konstruksi bersama BBWS Brantas dan Balai Teknik Bendungan sedang melakukan kajian untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Bendungan Bagong tetap menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kapasitas penyimpanan air dan mendukung ketahanan pangan nasional. Keberadaan bendungan ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi sektor pertanian dan masyarakat Trenggalek secara keseluruhan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore