
Ilustrasi pekerja di Jakarta. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com – Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Prof Bagong Suyanto mengungkapkan pandangannya terkait tanda pagar atau tagar Kabur Aja Dulu, yang belakangan ini ramai diperbincangkan di dunia maya.
Menurut dia, munculnya ajakan untuk kabur mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri, didorong oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di dalam negeri.
"Setiap gerakan pasti memiliki latar belakang yang kuat. Biasanya berupa kekecewaan terhadap kinerja pemerintah, tindakan aparat, atau penyimpangan kekuasaan," tutur Bagong di Surabaya, Selasa (25/2).
Salah satu isu yang memantik ramainya kampanye tagar #KaburAjadulu, adalah kebijakan efisiensi anggaran besar-besaran oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang berimbas pada berbagai sektor.
Kemudian, masa kerja 100 hari kabinet Merah Putih juga tidak luput menjadi perhatian publik. Terutama sorotan terkait program Makan Siang Gratis yang dianggap memerlukan anggaran besar.
“Selama ini fokus pemerintah kelihatannya pada program makan siang gratis, yang tujuannya supaya kualitas hidup generasi muda meningkat. Sementara publik menilai ada yang tidak konsisten," imbuhnya.
Sebab, di saat yang bersamaan, ada kebijakan efisiensi anggaran yang mengharuskan lembaga, instansi, hingga pemerintah daerah melakukan penghematan. "Ini kan inkonsistensi sikap pemerintah,” seru Prof Bagong.
Ketidakjelasan dalam transparansi anggaran ini memunculkan spekulasi di masyarakat bahwa kondisi keuangan negara sedang tidak baik-baik saja. Padahal, masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana tersebut dialokasikan.
"Kesimpulan akhirnya, mereka merasa sedang tidak baik-baik saja di nasional. Sehingga memutuskan kabur saja dulu mencari kehidupan di luar, pekerjaan di luar, masa depan di luar,” tandasnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
