Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 00.34 WIB

Masih Banyak Ranjau Laut Sisa Perang Dunia II di Perairan Indonesia, KSAL Pastikan Sapu Bersih

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berbincang dengan Sekjen Kemhan Donny Ermawan. (TNI) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berbincang dengan Sekjen Kemhan Donny Ermawan. (TNI)

JawaPos.com - Belum lama nelayan di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) geger dengan temuan ranjau laut sisa Perang Dunia II. Temuan itu direspons oleh TNI AL. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa di Perairan Indonesia memang masih banyak ranjau laut sisa Perang Dunia II. Karena itu, pihaknya akan membersihkan ranjau-ranjau tersebut. 

”Untuk penemuan ranjau di Tanjung Balai, memang peninggalan Perang Dunia II itu banyak sekali ranjau-ranjau laut yang disebar baik oleh Jepang maupun oleh Belanda untuk mencegah kendaraan dari pihak lawan waktu itu, waktu Perang Dunia II. Maka sisa-sisa ini perlu kita antisipasi, terutama pada saat kita akan membuka pelabuhan atau membangun suatu dermaga dan pelabuhan, maka kita harus membersihkan itu dari bekas-bekas ranjau Perang Dunia II,” terang Ali. 

Menurut Ali, itu sangat penting lantaran bakal banyak kapal yang datang dan bertolak ke pelabuhan serta dermaga, utamanya yang berada di komplek pangkalan TNI AL. ”Untuk itu, maka kita akan melaksanakan pemburuan atau penyapuan ranjau dan ini dibantu oleh Pushidrosal,” kata orang nomor satu di TNI AL itu.

Dia menyatakan bahwa Pushidrosal memiliki kapal dan alat-alat sonar yang bisa menggambarkan kondisi di bawah permukaan laut. 

Selain itu, Angkatan Laut juga mengandalkan dua kapal penyapu ranjau buatan Jerman. Yakni KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732. Ali menyatakan bahwa kedua kapal itu merupakan kapal penyapu ranjau paling modern yang dimiliki oleh TNI AL saat ini.

”Harapannya kami akan padukan antara kapal Pushidrosal dengan kapal (penyapu) ranjau. Jadi, mempunyai dua fungsi,” kata perwira tinggi TNI AL yang pernah bertugas sebagai panglima Kogabwilhan I tersebut. 

Untuk memaksimalkan peran kapal-kapal penyapu ranjau, TNI AL tengah membangun kapal baru di Batam, Kepulauan Riau. Total ada dua kapal yang mereka bangun di sana.

”Kemudian dibawa ke Jerman, di Jerman nanti diisi peralatan, nanti dikembalikan lagi. Makin banyak, makin bagus. Jadi, kami akan mengembangkan kemampuan sensor-sensor bawah air untuk kapal-kapal kita. Dan nanti penggunaannya bisa dipadukan antara hidros dengan penyapuan ranjau,” jelasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore