
Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Donny Yoesgiantoro (kanan) di kantor Baznas di Jakarta (31/12). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com–Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Donny Yoesgiantoro mengungkapkan data menarik. Yaitu lembaga atau instansi penyumbang badan publik tidak informatif terbanyak. Data tersebut disampaikan Donny saat berkunjung ke kantor Baznas di Jakarta pada Selasa (31/12).
Dia mengatakan masih ada lembaga, instansi, atau badan publik yang tidak informatif. ’’Badan publik yang paling besar tidak informatif, paling besar komponennya, disumbang BUMN dan perguruan tinggi negeri (PTN),’’ ungkap Donny Yoesgiantoro.
Donny bersyukur Kemenag akhirnya mengeluarkan respons yang cepat. Dia mengungkapkan setelah ada informasi tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengeluarkan surat edaran untuk seluruh perguruan tinggi negeri di bawah Kemenag.
’’Isi surat edarannya untuk seluruh rektor di bawah Kemenag untuk terbuka informasi maupun arsip,’’ kata Donny Yoesgiantoro.
Donny juga menyampaikan sejumlah saran untuk Baznas. Dia mengatakan keberadaan Baznas tidak hanya di pusat atau Jakarta. Tetapi juga di daerah-daerah seluruh Indonesia. Ketika Baznas mendapatkan penghargaan sebagai badan publik yang informatif, Baznas di daerah juga harus mengupayakannya.
Selain itu untuk ketentuan jenis informasi publik serta informasi yang dikecualikan, harus sama antara di Baznas pusat dengan Baznas di daerah. Dia mencontohkan informasi yang dikecualikan seperti data secara detail muzakki atau si pembayar zakat. Tetapi dengan izin dari muzakki sendiri, data tersebut bisa menjadi informasi publik.
Donny menegaskan klasifikasi informasi di Baznas pusat dan di daerah jangan sampai simpang siur. Dia menegaskan jenis informasi publik dan informasi yang dikecualikan.
’’Jangan sampai di Baznas pusat (masuk kategori) dikecualikan, tetapi di Baznas daerah tidak Atau sebaliknya di pusat masuk kategori informasi publik, tetapi di Baznas daerah masuk kategori dikecualikan,’’ papar Donny Yoesgiantoro.
Sementara itu, Ketua Baznas Noor Achmad bersyukur Baznas di pengujung tahun mendapatkan penghargaan dari tiga instansi. Yaitu Komisi Informasi Pusat, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Noor mengatakan dalam menjalankan tugas, mereka tidak main-main. Karena banyak lembaga yang memantaunya. Termasuk para media massa atau wartawan. Dia menegaskan jangan sampai ada informasi publik yang tersembunyi atau tidak tersampaikan ke masyarakat. ’’Silakan wartawan kritisi kami dan beri masukan ke kami,’’ kata Noor Achmad.
Begitupun dengan penghargaan yang diberikan oleh ORI. Dia mengatakan dalam memberikan pelayanan kepada publik, Baznas harus maksimal. Sehingga jangan sampai ada komplain dari masyarakat. ’’Jika ada pelayanan yang tidak bagus, akan dilaporkan ke Ombudsman,’’ tutur Noor Achmad.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
