
SAKSI MATA: Suasana di sekitar Asrama mahasiswa Universitas Bilad Asy Syam di Distrik Ruknuddin, Damaskus. (Muhammad Setia untuk Jawa Pos)
Harga pangan sempat meroket saat kelompok oposisi akan menduduki Damaskus dan perkuliahan diliburkan ketika ibu kota Syria itu benar-benar jatuh. Sejumlah mahasiswa Indonesia memilih tak pulang ke Indonesia karena adanya jaminan keamanan dan stok makanan aman.
ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta
---
DESING peluru ramai terdengar. Tapi, yang terjadi pada dini hari itu bukan tembakan permusuhan. Justru sebaliknya: ekspresi kegembiraan.
”Sebagian besar warga lokal menyambut kedatangan pihak oposisi sampai turun ke jalanan ikut merayakan,” tutur Hammam Badruz, mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Universitas Bilad Asy Syam, Damaskus, Syria, yang dikontak Jawa Pos dari Jakarta kemarin (11/12).
Pada Minggu (8/12) dini hari itu, oposisi berhasil menduduki ibu kota Damaskus. Serangan itu juga memukul mundur mantan Presiden Syria Bashar Al Assad hingga akhirnya kabur ke Rusia.
Hammam pun menjadi salah satu saksi mata momen bersejarah itu. Momen jatuhnya rezim Assad yang memimpin Syria sejak 1970-an.
Suara tembakan terdengar di mana-mana sepanjang Minggu pagi itu. Semua foto Bashar Al Assad yang terpajang di area publik bahkan langsung diturunkan.
Saat itu Hammam tengah berada di asrama mahasiswa yang berada di Distrik Ruknuddin, Damaskus. Menurut dia, perebutan Damaskus terjadi begitu cepat.
MENGGELIAT LAGI: Pasar Suq Jumuah, Damaskus yang situasinya kembali normal (10/12) beberapa hari setelah rezim berkuasa tumbang. (Hammam Badruz untuk Jawa Pos)
Sebelum subuh, kelompok oposisi sudah mendeklarasikan penaklukan kota tersebut dengan adanya konvoi di jalanan yang diikuti warga lokal.
”Mereka mengumandangkan takbir di masjid-masjid, di jalanan, seperti mereka sudah merdeka dan bebas dari penjara yang besar,” katanya menirukan seorang warga lokal.
Baca Juga: Abu Mohammed Al Golani Dulu Terkait Al Qaeda, Kini Pemimpin Pemberontak Moderat dan Toleran di Syria
Kembali Normal
Sehari kemudian (9/12), semua kegiatan di luar ruangan kembali seperti biasa. Toko-toko mulai buka, pasar ramai lagi, dan angkutan umum kembali beroperasi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
