Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dalam APSC ke-28 di Laos pada Selasa (8/10). (Kemenko Polhukam)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa perlu kerja sama untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Asia Tenggara. Hal itu dia tegaskan saat hadir dalam pertemuan Asean Political Security Community Council (APSC) ke-28 di Vientiane, Laos pada Selasa (8/10).
Pejabat yang pernah menjadi panglima TNI itu menyoroti peningkatan jumlah korban TPPO di Asia Tenggara. Khususnya korban TPPO yang dipaksa melakukan penipuan secara dalam jaringan (daring) atau online. Karena itu, dia mengajak negara-negara Asia Tenggara untuk meningkatkan kerja sama dengan bekerja secara komprehensif untuk menangani TPPO.
"ASEAN perlu menindaklanjuti dan memberikan perhatian khusus terhadap kesepakatan ASEAN Leader’s Declarations on Combating Trafficking in Persons caused by the abused of technology," ungkap Hadi.
Menurut Hadi, jika TPPO tidak ditangani dengan serius, ASEAN tidak akan bisa menjadi epicentre of growth. Sebaliknya kawasan ASIA Tenggara berpotensi menjadi epicentre of scam.
Dia menyampaikan bahwa ASEAN sudah menyepakati kerja sama penegakan hukum seperti ASEAN Mutual Legal Assistance. Untuk melengkapi upaya pemberantasan kejahatan transnasional di kawasan secara komprehensif, dia menilai perlu diselesaikan segera ASEAN Extradition Treaty.
Di luar itu, delegasi Indonesia di APSC ke-28 juga menekankan pentingnya peran semua pihak untuk menahan diri di Laut China Selatan. Tujuannya tidak lain untuk menghindari munculnya eskalasi dan ketegangan yang dapat membawa pada konflik terbuka. Penyusunan Code of Conduct on South China Sea juga perlu segera difinalisasi sebagai panduan untuk menjaga perdamaian di Laut China Selatan.
Hadi menyampaikan bahwa keamanan maritim perlu terus diperkuat, termasuk melalui ASEAN Maritime Forum (AMF) dan Expanded AMF (EAMF).

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
