Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 September 2024 | 01.43 WIB

Edison Gwijangge, Latar Belakang dan Peran di Balik Bebasnya Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens

HARI YANG DINANTIKAN: Phillip Mehrtens (kiri) dan Edison Gwijangge di helikopter yang membawa mereka dari Nduga ke Timika (21/9). Pada hari itu, Mehrtens dibebaskan setelah 19 bulan disandera.

 


JawaPos.com-Bebasnya pilot Susi Air bernama lengkap Philip Mark Mehrtens dari tangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Egianus Kogoya pada Sabtu (21/9) menjadi perhatian publik. Sebab, Philip sudah satu tahun tujuh bulan menjadi sandera. Nama Edison Gwijangge muncul di antara pemberitaan bebasnya Philip hari itu. Edison bukan nama baru bagi masyarakat Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Siapa dia dan apa latar belakangnya? Berikut ulasannya. 

Baca Juga: 10 Kapal Bajak Laut Paling Keren di One Piece, dari Pulau sampai Berbentuk Mirip Paus Raksasa

Edison Gwijangge dilantik menjadi penjabat bupati Nduga pada 5 Juni 2023. Dia memimpin daerah yang beribukota di Distrik Kenyam tersebut lebih kurang satu tahun. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Pejabat Gubernur Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai mengapresiasi kiprah Edison selama bertugas sebagai orang nomor satu di Nduga. Pemerintah menilai Edison mampu menjalankan tugas dengan baik. 

Sebelum mendapat kepercayaan itu, Edison pernah bertugas sebagai Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Pegunungan. Dia juga tercatat pernah menjadi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) di Nduga. Selama bertugas sebagai pj bupati Nduga, salah satu tugas Edison adalah melakukan pendekatan secara persuasif kepada Egianus Kogoya. Beberapa kali, Mabes TNI dan Mabes Polri memberi kepercayaan kepada Edison untuk berkomunikasi dengan Egianus. 

Tidak percuma, langkah tersebut membuahkan hasil. Pada Sabtu pekan lalu, Philip berhasil dibawa pulang dari Nduga ke Jakarta dalam keadaan selamat. ”Bahwa pembebasan pilot ini merupakan hasil keterpaduan dari semua anak bangsa dan dilakukan secara persuasif, pembebasan Pilot Susi Air yaitu Philip Mark Mehrtens atas dasar nilai dan prinsip kemanusiaan,” ungkap Edison usai bertemu dengan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Richard T. H. Tampubolon pada Selasa (24/9).

Di hari yang sama, Edison juga bertemu dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Jenderal Sigit membagikan momen tersebut melalui akun media sosial resminya. Orang nomor satu di Polri itu pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Edison dan semua pihak yang terlibat membebaskan Philip. Dia menyebut, bebasnya Philip merupakan hasil kerja bersama. Termasuk kerja keras Edison. 

”Saya sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh personel TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Paro dan Damai Cartenz, tim negosiator, serta seluruh pihak dan jajaran yang berperan dalam operasi pembebasan ini,” tulis Sigit. 

Atas aksinya, Edison dikecam oleh Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-OPM (TPNPB-OPM). Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyampaikan bahwa Edison telah membohongi Egianus. Edison Gwijangge dan timnya bohongi Egianus Dan pasukannya, akhirnya merendahkan martabat bangsa Papua Dan juga wibawa kombatan TPNPB,” ungkap Sebby pada Rabu (25/9).  (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore