Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 September 2024 | 21.32 WIB

Ini Alasan Indonesia Pilih KF-21 Boramae, Jet Tempur Hasil Kerja Sama Indonesia-Korsel

Potret pesawat KFX-IFX atau KF-21 Boramae hasil kerja sama Indonesia-Korsel. (Dispenau)

JawaPos.com - Proyek KF-21 Boramae yang melibatkan Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) tidak hanya penting, melainkan juga dibutuhkan oleh kedua negara. Indonesia perlu langkah strategis untuk memperkuat TNI, khususnya TNI AU. Selain itu, ada beberapa alasan lain yang membuat Indonesia memilih proyek kerja sama tersebut. Termasuk diantaranya yang terkait dengan produksi, operasi, dan modifikasi.

Baca Juga: Ketua MPR Bambang Soesatyo Tegaskan Bung Karno Tak Pernah Mrngkhianati Bangsa Indonesia saat Bertatap Muka dengan Megawati Soekarnoputri

Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Karo Humas Setjen Kemhan) Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan bahwa proyek KF-21 Boramae memungkinkan Indonesia mendapat alih teknologi atau Transfer of Technology (ToT). ”Ada beberapa alih teknologi akan didapatkan dari kerja sama pengembangan bersama pesawat tempur KFX/IFX (KF-21 Boramae),” ungkap Edwin kepada awak media di Jakarta. 

Pertama, kemampuan produksi. Mulai desain dan rancang bangun pesawat tempur, keterlibatan dalam pembuatan komponen pesawat tempur KF-21 Boramae seperti bagian sayap, ekor, dan beberapa bagian pada bodi belakang pesawat. ”Dan bagian pylon atau adapter untuk weapon dan sensor. Melakukan final assembly, uji terbang, dan resertifikasi untuk pesawat IFX,” terang jenderal bintang satu dari Angkatan Darat tersebut. 

Kedua, kemampuan operasi dan pemeliharaan. Itu menyangkut kemampuan untuk mengembangkan integrated logistic support dan perawatan Jet Tempur KF-21 Boramae. ”Mengembangkan sistem training untuk pilot dan teknisi serta mendukung kegiatan troubleshooting pada saat operasional,” jelas Edwin. 

Ketiga, kemampuan modifikasi dan upgrading. Indonesia dilibatkan dalam melakukan desain integrasi dan resertifikasi unique requirement berupa drag chute, eksternal fuel tank, dan air refueling. ”Serta melakukan integrasi new weapon system, avionik, sensor, dan elektronik,” jelas perwira tinggi TNI AD berlatar belakang Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tersebut. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore