
Ilustrasi ibadah Haji.
JawaPos.com – Kuota haji untuk Indonesia dipastikan bakal terus bertambah. Sebab, pemerintah Arab Saudi memiliki target untuk menambah jumlah jemaah haji hingga mencapai 5 juta orang pada 2030.
Itu sesuai dengan program Saudi Vision 2030 yang dicanangkan oleh Mohammed bin Salman, putra mahkota kerajaan Saudi. Untuk Indonesia sendiri, pada 2030 nanti diperkirakan mendapat kuota sebanyak 500 ribu orang.
Perkiraan kuota haji Indonesia tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M. Nur. "Kita ditantang mampu meningkatkan pelayanan jemaah haji sebanyak 241 ribu pada 2024. Lima tahun ke depan Indonesia akan melayani 500 ribu jemaah (haji)," katanya dalam pengukuhan pengurus DPP AMPHURI di Jakarta kemarin (2/9). Pengukuhan itu juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin.
Firman menegaskan, membengkaknya kuota haji dalam lima tahun ke depan adalah keniscayaan. Pemerintah Indonesia bersama travel-travel haji khusus harus berkolaborasi untuk menyambut kebijakan Saudi tersebut. Tujuannya agar pelayanan kepada jemaah haji reguler dan khusus tetap optimal, meski kuotanya naik berlipat.
Saudi sudah menetapkan kuota haji Indonesia tahun depan sebanyak 221 ribu. Namun, Saudi belum mengumumkan tambahan kuota. Sedangkan pada musim haji 2024 lalu, Indonesia mendapatkan kuota tetap sebanyak 221 ribu. Kemudian mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 20 ribu.
Dalam kesempatan itu, Ma’ruf mengatakan, masih banyak tantangan dalam pelayanan ibadah haji maupun umrah. Di antaranya dapat dilihat dari belum sempurnanya nilai pelayanan haji. "(Nilainya) sudah mulai bagus, tetapi belum sempurna," katanya.
Ma’ruf mengakui, penyelenggaraan haji adalah kegiatan akbar. Memindahkan hampir seperempat juta masyarakat Indonesia ke Saudi dalam waktu hampir bersamaan. Sehingga selalu saja ada masalah. Dia menekankan, jangan sampai masalahnya terulang. Jika persoalan berulang, artinya tidak ada upaya perbaikan.
Mantan ketua umum MUI itu mengingatkan supaya travel haji khusus maupun umrah mengedepankan aspek pelayanan. Dia menegaskan, pelayanan kepada umat itu harus menjadi niat nomor satu. Baru kemudian urusan bisnisnya. ’’Niatnya jangan bisnis di depan, khidmah (pelayanannya) di belakang,’’ tuturnya. Prinsip pelayanan harus amanah, adil, dan membawa maslahat. (wan/tyo/c17/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
