
Weton yang sombong dan suka marah menurut Primbon Jawa./Pexels/Ketut Subiyanto
JawaPos.com - Hati adalah komponen inti dari segala perilaku manusia, jika hati atau batinnya baik maka perilakunya atau zahir akan baik, berlaku sebaliknya. Karena hati merupakan inang dari kebaikan dan keburukan manusia.
Hati dapat menjadi pengarah bagi indrawi manusia. Manusia bisa menjadi jahat dan keji ketika memiliki hati yang busuk dan buruk. Hati yang baik dan suci juga bisa menjadikan manusia terpuji dan mulia.
Rasulullah SAW Bersabda, bahwasannya segumpal daging di dalam diri manusia bisa menentukan perlakuannya.
أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
Artinya: “Ingatlah, dan sesungguhnya di dalam diri manusia itu terdapat segumpal darah. Jika ia baik, baik (pula) seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (Muttafaqun Alaih)
Sebagai Hamba Allah SWT, manusia tentu ingin memiliki hati yang baik, sehingga bisa menjalani hidup yang tentram dan diridhoi oleh-Nya. Allah tidak melihat dari rupa dan harta hamba-Nya, melainkan dari hatinya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
’’Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” (HR Muslim No 2564)
Dalam perspektif Islam penyebab hati rusak ada 3 perkara, sebagaimana yang Jawapos.com kutip dari website NU Online. Berikut adalah penyebab rusaknya hati:
Sombong adalah sifat yang sangat buruk di mata Allah SWT. Sebagai manusia kita tidak berhak sombong, karena semua yang kita miliki adalah titipan. Hanya Allah SWT yang boleh sombong karena Dia pemilik segala dunia dan isinya.
Tentu kita ingat kisah Iblis yang ditendang dari surga karena tidak mau sujud di hadapan adam. Iblis dikeluarkan oleh Allah SWT dari surga karena menolak perintah-Nya, ia berpendapat bahwa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Nabi Adam AS dari tanah.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 13,
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ
Artinya: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”
Untuk menghindari sikap sombong, kita harus sering beristighfar meminta ampun kepada Allah dan menyadari bahwa kita adalah makhluk yang fana.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
