Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean saat memimpin Rapat Pengumpulan Data dan Informasi Terkait Pembangunan Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim. (Dok. Kemendagri)
JawaPos.com - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah memperkuat dukungan data untuk program prioritas nasional yang berfokus pada pembangunan lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BSKDN untuk mendukung keberhasilan program prioritas nasional.
Demikian disampaikan Sekretaris BSKDN Noudy R.P. Tendean saat memimpin Rapat Pengumpulan Data dan Informasi Terkait Pembangunan Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim di Aula BSKDN pada Rabu (17/7).
"Kita harus benar-benar mengidentifikasi secara cermat data yang kita miliki untuk memperkuat dukungan data terkait dengan pelaksanaan program nasional keenam (Pembangunan Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana, dan Perubahan Iklim) itu sesuai dengan Tusi (Tugas dan Fungsi) kita," jelasnya.
Dia melanjutkan, guna mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan program nasional ini, BSKDN perlu memastikan bahwa data yang dimiliki adalah data tepat dan dapat diandalkan. Menurutnya, data tersebut dapat berupa sejumlah inovasi terkait lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim.
"Saya pikir (kita telah menghimpun) inovasi dalam semua urusan, bisa jadi salah satunya terkait dengan lingkungan hidup dengan perubahan iklim dengan bencana. Kita bisa ajukan itu sebagai implementasi dari program nasional 6 melalui BSKDN," ungkap Noudy.
Terkait hal itu, Noudy meminta jajarannya untuk melakukan identifikasi dengan cermat terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan lingkungan hidup, ketahanan bencana, dan perubahan iklim. Dia berharap dukungan data tersebut dapat mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, analisis perubahan iklim, dan evaluasi dampak lingkungan dari berbagai aktivitas manusia.
Dengan dukungan data yang memadai, diharapkan program-program yang dilaksanakan dapat lebih efektif dan efisien. "Kita harus memastikan setiap data yang diajukan untuk mendukung program nasional ini memiliki dasar data yang kuat. Dengan demikian, kita dapat mengimplementasikan solusi yang benar-benar efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," tambahnya
Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menekankan kepada jajarannya untuk mewujudkan BSKDN Satu Data. Upaya tersebut dinilai akan memudahkan BSKDN dalam memenuhi permintaan data dari berbagai pihak khususnya terkait pelaksanaan program prioritas nasional.
"Satu poin yang harus kita bangun kedepan BSKDN Satu Data. Seperti yang kita tahu bersama, kita sudah ada pada tahap Indonesia Satu Data. Maka dari itu kita sebagai bagian dari komponen Kemendagri juga harus mengimplementasikan satu data tersebut," pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
