Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2024 | 17.20 WIB

Kabar Baik bagi Warga Jakarta, Alquran Terjemahan Bahasa Betawi segera Terbit

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno menjelaskan proses penerjemahan Alquran ke bahasa Betawi. (Humas Kemenag) - Image

Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno menjelaskan proses penerjemahan Alquran ke bahasa Betawi. (Humas Kemenag)

 
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan penerjemahan Alquran ke dalam bahasa daerah. Saat ini, Kemenag sedang menuntaskan penerjemahan Alquran ke bahasa Betawi. Proses ini sudah berjalan 15 juz atau sekitar 50 persen. 
 
Perkembangan proses penerjemahan Alquran ke bahasa Betawi itu disampaikan Kepala Balitbang-Diklat Kemenag Suyitno. Dia mengatakan, program penerjemahan Alquran ke bahasa daerah itu, bagian dari penguatan moderasi beragama yang digulirkan oleh Kemenag dalam beberapa waktu terakhir.
 
"Salah satu indikator penting dalam MB adalah apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal," kata Suyitno di Jakarta pada Rabu (10/7).
 
Publik sering mengatakannya dengan istilah from local to global. Dari bahasa daerah, dibawa ke dunia. 
 
Pada pembahasan penerjemahan Alquran bahasa Betawi tersebut, tim penerjemahan telah menyelesaikan 15 juz. Dia optimistis dalam waktu empat bulan ke depan penerjemahan Alquran ke bahasa Betawi sudah selesai.
 
Dia mengatakan, saat ini merupakan langkah penting pemerintah dalam melestarikan budaya lokal melalui pendekatan keagamaan. Suyitno menekankan bahwa bahasa Betawi adalah bahasa yang familiar di kalangan masyarakat.
 
Jumlah penuturnya juga sangat banyak. Khususnya di Jakarta dan sekitarnya. Penggunaan bahasa yang tepat dan sesuai, sangat penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahan saat diterbitkan. 
 
"Selain melibatkan ahli bahasa lokal, penerjemahan Alquran juga perlu memperhatikan sisi penafsiran," jelasnya.
 
Jadi, tidak sekadar menerjemahkan, tetapi harus melibatkan ahli tafsir. Program penerjemahan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperkaya khazanah budaya lokal.
 
Tetapi juga untuk mengukuhkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta harmoni sosial yang lebih kuat dan saling menghormati di antara berbagai komunitas yang ada di Indonesia.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore