
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas bertemu dengan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo. (Humas Menpan RB)
JawaPos.com–Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas bertemu dengan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo membahas dan bertukar pengalaman terkait implementasi pelayanan publik berbasis digital di kedua negara.
”Pengalaman Singapura yang telah disampaikan Menteri Teo hampir sama dengan yang dikerjakan Indonesia. Singapura membutuhkan waktu yang panjang untuk melakukan integrasi dari sistem digital pemerintah. Perlu waktu, kesungguhan, dan kerja keras agar pengintegrasian sistem digital di pemerintah bisa sukses,” terang Anas usai kunjungan ke Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi, di Singapura, Rabu (10/7).
Beberapa topik utama yang dibahas keduanya adalah peran Kementerian PANRB sebagai Ketua Tim Koordinasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nasional serta strategi nasional pemerintahan digital Indonesia dan Strategi Smart Nation Singapura.
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas bertukar pengalaman soal implementasi pelayanan publik berbasis digital bersama Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo. (Humas Menpan RB)
Singapura merupakan salah satu negara yang paling awal mengadopsi pola pikir digital dalam melakukan transformasi pemerintahan. Khususnya dalam mengembangkan layanan publik berorientasi kebutuhan masyarakat atau citizen-centric.
Negara tersebut memiliki Portal Pelayanan Publik Nasional bernama LifeSG untuk memberikan layanan dan informasi pemerintah terintegrasi yang dikelola GovTech bernama Smart Nation Singapore.
”Saya yakin pengalaman pemerintah Singapura dapat memberikan wawasan bagaimana strategi percepatan transformasi digital dilakukan secara terpadu dalam mendorong transformasi digital di Indonesia,” ungkap Abdullah Azwar Anas.
Anas memaparkan, saat ini Kementerian PANRB mendapatkan mandat pada level strategis untuk kebijakan tata kelola pemerintahan, kelembagaan, reformasi birokrasi, manajemen aparatur, pelayanan publik, dan akuntabilitas kinerja pemerintah.
Dalam lima tahun terakhir, beberapa kebijakan pemerintah digital yang didorong Kementerian PANRB membuahkan hasil peningkatan indeks E-Government Development Index (EGDI) Indonesia dari peringkat 107 menjadi 77 pada 2022.
Kemajuan lain yang dialami Indonesia adalah telah ditetapkannya peraturan presiden untuk melahirkan GovTech Indonesia yakni INA Digital yang akan mengoordinasi upaya interoperabilitas data dan layanan lintas kementerian sehingga tidak lagi tersekat-sekat berdasar instansi. Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan meluncurkan fase pertama portal pelayanan publik yang mengintegrasikan berbagai layanan publik prioritas dan Digital Public Infrastructure pada September.
Menpan RB Abdullah Azwar Anas bersama rombongan mengadakan kunjungan ke Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi Singapura. (Humas Menpan RB)
”Pertemuan ini dapat mempererat hubungan dan saling mendukung untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif dan responsif demi kesejahteraan masyarakat kita, serta membuka peluang kerja sama Indonesia-Singapura dalam aspek pemerintah digital,” ucap Abdullah Azwar Anas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
