Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juni 2024 | 07.51 WIB

Amalan Sunnah Saat Hari Raya Idul Adha yang Dianjurkan Ulama, Salah Satunya Tidak Makan sebelum Sholat Ied

Ilustrasi ucapan selamat Idul Adha - Image

Ilustrasi ucapan selamat Idul Adha

JawaPos.com -  Ketika Hari Raya Idul Adha tiba, selain dari semaraknya suasana perayaan, terdapat pula keindahan dalam melaksanakan amalan sunnah yang dianjurkan. Hari yang penuh berkah ini tidak hanya menjadi momentum untuk berkurban, tetapi juga untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Terdapat beberapa amalan sunnah yang dapat dikerjakan pada Hari Raya Idul Adha sebagai wujud penghormatan dan kepatuhan kepada ajaran agama Islam. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah untuk menahan diri dari lapar dan haus saat bangun tidur, sebelum sholat ied.

Dikutip dari laman NU Online, pada Jumat (14/6), berikut adalah amalan sunnah yang dapat dilaksanakan sesuai anjuran para ulama saat hari raya Idul Adha :

  1. Menghidupkan Malam Takbiran

Malam hari raya Idul Adha adalah waktu istimewa bagi umat Islam dimana pada saat itu kita disarankan untuk mengumandangkan takbir di masjid-masjid, mushola, dan rumah-rumah. Mulai dari senja hingga imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Adha dan berlanjut hingga hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah, yang dikenal sebagai hari Tasyriq.

Amalan ini dianjurkan untuk dijalankan karena kita diajak untuk mengagungkan, memuliakan, dan menghidupkan malam tersebut. Sebagaimana anjuran yang terdapat dalam kitab Raudlatut Thalibin

Artinya : "Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunnahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah,"

Beberapa ulama ahli fiqih juga menyampaikan tentang pelaksanaan ibadah di malam hari raya, dimulai dari melaksanakan shalat maghrib dan isya' secara berjamaah, hingga menjalankan shalat subuh berjamaah.

  1. Membersihkan Diri

Mandi sebelum shalat Id merupakan hal yang dianjurkan bagi umat Islam sebagai persiapan sebelum pergi ke masjid. Mandi ini dapat dilakukan mulai pertengahan malam hingga sebelum waktu subuh, namun yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh.

Tujuannya adalah untuk membersihkan tubuh dari bau yang tidak sedap dan memberikan kesegaran. Mandi sebelum berangkat menjadi yang paling baik karena dapat menghindarkan dari kemungkinan tubuh berbau atau kurang segar saat melaksanakan ibadah.

Bagi yang mandi setelah pertengahan malam, kemungkinan bau yang tidak sedap bisa kembali lagi serta kebugaran tubuhnya juga bisa berkurang. Anjuran mandi ini disunnahkan untuk semua muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik yang akan melaksanakan shalat Id maupun perempuan yang sedang dalam keadaan tertentu sehingga tidak bisa melaksanakan shalat Id sesuai dengan syariat.

  1. Memelihara Diri

Disunnahkan juga untuk menggunakan wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, serta menghilangkan bau-bau yang tidak enak pada hari raya Idul Adha untuk meraih keberkahan dalam perayaan tersebut. Pada dasarnya, tindakan-tindakan ini dapat dilakukan kapan saja saat memungkinkan, dan tidak perlu menunggu datangnya hari raya. Sebagai contoh, kita bisa melakukannya secara rutin, misalnya setiap seminggu sekali sebelum melaksanakan shalat Jumat.

  1. Gunakan Pakaian Terbaik

Untuk tampil di hari raya Idul Adha, disunnahkan untuk mengenakan pakaian yang terbaik, bersih, dan suci jika memungkinkan. Jika tidak ada, memakai pakaian yang bersih sudah mencukupi.

Beberapa ulama menyarankan penggunaan pakaian putih dan serban. Bagi kaum laki-laki pakaian putih lebih dianjurkan, baik bagi mereka yang akan shalat Ied maupun yang tidak, seperti petugas keamanan atau yang menjaga lingkungan sekitar. Anjuran ini tidak hanya berlaku bagi yang akan shalat, tetapi untuk semua orang.

Bagi kaum perempuan, memadai dengan mengenakan pakaian sederhana atau pakaian sehari-hari yang biasa dipakai, karena berlebihan dalam dandanan dan berpakaian tidak disarankan, demikian juga penggunaan wangi-wangian yang berlebihan hukumnya makruh.

  1. Berjalan Kaki Menuju Tempat Shalat

Ketika menuju ke masjid atau tempat shalat Id, disunnahkan bagi seseorang untuk berjalan kaki karena itu lebih baik. Bagi yang sudah berumur dan atau tidak mampu berjalan, boleh menggunakan kendaraan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore