
AKIBAT REM BLONG: Petugas gabungan berusaha mengevakuasi bus Putera Fajar yang mengalami kecelakaan di Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (11/5) tengah malam.
JawaPos.com - Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Jules A. Abast menjelaskan, kecelakaan berawal sekitar pukul 18.45 WIB. Waktu itu bus pariwisata tersebut datang dari arah selatan menuju utara. Pada saat melaju di jalan yang menurun, bus tiba-tiba oleng ke kanan hingga menabrak mobil dari arah berlawanan.
”Kemudian bus terguling miring ke kiri, posisi ban kiri di atas dan terselusur sehingga menabrak tiga motor yang berada di bahu jalan,” terang dia.
Jenazah sebelas korban telah ditangani tim Inafis Polres Subang. Lalu, sekitar pukul 09.45 kemarin, 9 jenazah siswa dan 1 jenazah guru yang semuanya berasal dari Depok dipulangkan dengan pengawalan khusus aparat kepolisian.
Kadinkes Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, total korban yang masuk RSUD Subang sebanyak 44 orang. ”Jumlah total pasien korban laka maut Ciater yang masuk RSUD 44 orang, 11 meninggal dunia, luka berat 16, luka ringan 17. Lalu, yang dibawa ke RS Hamori ada 2 luka berat dan 2 luka ringan,” paparnya.
Kemarin Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan meninjau langsung lokasi kecelakaan. Dia menerangkan, berdasar hasil olah TKP, tidak ditemukan jejak pengereman bus. Yang ada hanya satu jejak ban sebelah kanan sepanjang beberapa meter. ”Sampai titik terakhir di depan tiang listrik tidak ada bekas pengereman,” ujarnya. Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan, apakah rem blong atau pengemudi yang panik hingga tidak melakukan pengereman.
Selain olah TKP di lokasi kecelakaan, petugas akan memeriksa kendaraan yang terlibat kecelakaan. Bekas tumbukan bus dan mobil Feroza akan dipelajari. ”Akan kelihatan kecepatan bus tersebut,” katanya. ”Kalau layak dinaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan, tentunya segera. Dalam penyidikan kita menentukan tersangkanya,” lanjut Aan.
Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Aznal mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan investigasi mendalam. Dari pendalaman sementara, diketahui bus tidak memiliki izin angkutan. Selain itu, status lulus ujian berkala telah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023. ”Kami cek melalui aplikasi Mitra Darat,” ujarnya.
Anggota Komisi V DPR Sigit Sosiantomo meminta Kemenhub memberikan sanksi tegas kepada perusahaan otobus (PO) yang tidak memiliki izin operasi tersebut. Menurut dia, Kemenhub tidak boleh berkompromi dengan perusahaan bus yang berani melawan aturan dan telah ”membunuh” masyarakat. Jika perlu, kata Sigit, pemilik bus tidak diperkenankan mendirikan PO dalam kurun waktu yang lama, bahkan seumur hidup.
”Dari pemeriksaan yang dilakukan Kemenhub pada awal Februari lalu, hanya sekitar 36 persen bus pariwisata di Jabodetabek yang memenuhi syarat administrasi. Artinya, ada 64 persen yang tidak laik jalan,” ungkapnya.
Sigit juga meminta PO Putera Fajar memberikan ganti rugi kepada para korban sesuai aturan. Berdasar Pasal 192 UU LLAJ, perusahaan angkutan umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita penumpang yang meninggal dunia atau terluka akibat penyelenggaraan angkutan. Kecuali disebabkan oleh suatu kejadian yang tidak dapat dicegah atau dihindari atau karena kesalahan penumpang. (idr/mia/lyn/anr/c9/oni)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
