
Kepala BKKBN, dokter Hasto, melakukan kunjungan kerja ke Semarang Jawa Tengah dalam rangka memberikan arahan pada Kegiatan Temu Kader PPKBD
JawaPos.com - Kepala Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto, melakukan kunjungan kerja ke Semarang Jawa Tengah dalam rangka memberikan arahan pada Kegiatan Temu Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Provinsi Jawa Tengah, bertempat di Sasana Widya Praja, BPSDMD Jawa Tengah, Senin (25/03), di Semarang.
Dalam acara itu, Hasto menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh kader yang telah gigih berjuang dan selalu semangat mencapai keberhasilan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS).
"Kehadiran bapak/ibu semua di sini hari ini adalah bukti nyata bahwa kita mengakui betapa pentingnya peran bapak dan ibu sekalian dalam mencapai keberhasilan program, walaupun tidak digaji tapi semangatnya luar biasa," ucapnya.
"Kita semua telah menyaksikan dampak positif yang dihasilkan dari kerja keras dengan hasil yang baik. Ini dibuktikan dengan telah berhasil diturunkannya angka kelahiran menjadi 2,16 dan angka prevalensi stunting 21,6 pada tahun 2022. Hasil ini merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah dan mitra kerja," imbuh Hasto.
Hasto juga menuturkan, hasil tersebut membuktikan bahwa kader PPKBD dan sub PPKBD merupakan tulang punggung dalam menciptakan perubahan sosial yang signifikan, melalui upaya yang telah dilakukan.
"Stigma dan mitos terhadap program Bangga Kencana dan PPS telah berhasil diluruskan, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan harus semakin ditingkatkan guna memberikan pelayanan paripurna kepada masyarakat," imbuhnya.
Hasto juga menyampaikan, saat ini BKKBN menerapkan sistem informasi yang lebih kekinian dan akuntabel yaitu aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Karena menurutnya, SIGA merupakan data operasional bagi petugas KB dan pihak terkait dalam melakukan intervensi terhadap program BKKBN, khususnya program Bangga Kencana.
"SIGA menjadi penting karena sudah ditetapkan menjadi satu data keluarga. Nah, SIGA ini juaranya adalah di Jateng karena PPKBD dan Sub PPKBDnya luar biasa," ucap dokter Hasto.
Pada pertemuan ini dokter Hasto juga menyampaikan arahannya terkait PPS. Untuk PPS batas hamil 35 tahun dan usia menikah ideal menurut BKKBN laki-laki 25 tahun dan perempuan usia 21 tahun.
"Mengapa usia 35 tahun maksimal untuk hamil, karena pada dasarnya manusia dari lemah dikuatkan, dari kuat dilemahkan. Puncaknya ada di umur 32 tahun. Sejak umur 32 tahun kita sudah mulai menua. Sejak usia 32 tahun sudah mulai keropos tulang-tulangnya," jelasnya.
Terkait makanan, menurut dokter Hasto, sebaiknya dalam program PPS asupan protein yang dikonsumsi ibu hamil dan balita adalah protein hewani. Contohnya, lele. Karena lele lebih baik daripada daging lainnya. Lele mengandung lemak yang mngandung DHA Omega 3. "Yang membuat otak cerdas adalah DHA Omega 3," ujar Hasto.
Selain itu intervensi terhadap PPS dapat disederhanakan menjadi tiga pendekatan, yaitu makanan, ukuran ideal badan, dan kahanan (lingkungan, sanitasi, jamban, rumah).
"Ada yang sudah dikasih jamban tapi masih ada yang rutin BAB (buang air besar) di sungai yang bisa mnyebabkan diare, kemudian ada yang menderita TBC, karena rumahnnya kumuh jendelanya tidak ada, tidak ada sirkulasi udara," jelasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengakui progres percepatan penurunan stunting cukup berat, terlebih merubah pola hidup masyarakat. “Kurangnya edukasi kepada masyarakat saya kira, makanya keberadaan perkumpulan keluarga berencana ini sangat penting sebagai ujung tombak,” katanya.
Dalam kesempatan itu juga diserahkan donasi senilai Rp 77 juta untuk korban banjir di enam kabupaten kota. Di antaranya Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
