
Syakir Daulay bersama Habib Hasan bin Ja
JawaPos.com - Suasana haru menyelimuti area Masjid Nurul Musthofa yang terletak di Jalan Kampung Sawah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Datang dari berbagai daerah dan kalangan, wajah seluruh jemaah yang hadir tampak bersedih.
Setiap pasang kaki yang melangkah menuju ke dalam Masjid itu diiringi lantunan solawat serta doa yang bergema dari ribuan jamaah. Notabene, mereka datang dengan pakaian serba putih bernuansa Islami.
Tujuannya hanya satu, melayat ulama nan kharismatik yang kerap lalu lalang di televisi nasional, Habib Hasan bin Jafar Assegaf. Dia telah dipanggil menghadap sang khalik pada Rabu (13/3) sekitar pukul 09.00 WIB.
Isak tangis jemaah yang melayat itu semakin pecah, kala sirine ambulan yang membawa jenasah Habib Hasan bin Jafar Assegaf masuk ke area Masjid Nurul Musthofa. Adapun, jenasah Habib Hasan bin Jafar Assegaf tiba di lokasi sesaat setelah adzan Zuhur berkumandang.
Sontak saja, ribuan jemaah yang sudah menanti-nanti ulama besar Indonesia itu saling berdesakan mendekati ambulan tersebut, sambil harap-harap cemas dapat melihat jenasah Habib Hasan bin Jafar Assegaf untuk terakhir kalinya.
Jenazah Habib Hasan bin Jafar Assegaf, lalu di bawa ke ruang tengah rumahnya untuk dimulainya pengajian. Tidak hanya itu, keluarga, kerabat, hingga jamaah menghadiahi ulama besar itu dengan yasin dan doa.
Dalam duka yang teramat mendalam, keluarga Habib Hasan bin Jafar Assegaf memberikan kesempatan bagi para jamaah masuk ke ruang tengah untuk melihat dan mendoakan jenasah sang mendiang secara bergantian. Momentum ini terus berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.
Kebanyakan, mereka yang datang mengenakan pakaian koko dan gamis berwarna putih maupun hitam itu merupakan jamaah dari pengajian yang dipimpin Habib Hasan bin Jafar Assegaf, yaitu Nurul Musthofa.
Ternyata, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Habib Hasan bin Jafar Assegaf sempat berpesan kepada adik kandungnya, Habib Abdullah bin Jafar Assegaf. Secara gamblang, mendiang Habib Hasan bin Jafar Assegaf menitipkan Majelis Nurul Musthofa binaannya kepada Habib Abdullah bin Jafar Assegaf.
“Satu hari sebelumnya, saya ngobrol panjang bersama beliau, salah satu topik perbincanganya tersebut adalah untuk menitipkan kepada saya Majelis Taklim Nurul Musthofa,” ungkap Habib Abdullah bin Jafar Assegaf, seperti dikutip Radar Depok (Jawa Pos Grup), Kamis (14/3).
Saat mendapatkan pesan itu, Habib Abdullah bin Jafar Assegaf belum menyadari bahwa sang kakak akan dipanggil menghadap sang khalik. Bahkan, perbincangan itu terselip kata maaf dari Habib Hasan bin Jafar Assegaf.
“Saya sebenarnya tidak ada firasat beliau akan wafat tapi beliau titip dan jaga Majelis Nurul Musthofa, bahkan beliau minta maaf dulu,” kata dia.
Habib Abdullah bin Jafar Assegaf mengatakan, permintaan maaf itu karena saat ini telah memasuki Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah.
Selain itu juga Habib Hasan bin Jafar Assegaf wafat berpesan untuk menitipkan ketiga anaknya dan para jamaahnya yang setia mengikuti dakwahnya.
“Beliau (Habib Hasan bin Jafar Assegaf) sangat mengharapkan anaknya dan jamaahnya yang berada di Majelis Nurul Mustofa bisa berkembang,” ungkap dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
