Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2024 | 04.14 WIB

Tamara Tyasmara Dicibir Netizen, Rachel Vennya: Sebelum Ngeluarin Kata-kata Nyakitin, Coba Berempati Dulu

Rachel Vennya menceritakan kisahnya diusir di sebuah Villa di Bali./TikTok Rachel Vennya - Image

Rachel Vennya menceritakan kisahnya diusir di sebuah Villa di Bali./TikTok Rachel Vennya

JawaPos.com-Aktris Tamara Tyasmara panen cibiran dari netizen gara-gara sikapnya yang dianggap tidak sedih setelah beberapa hari atas kematian Dante, anak Tamara-DJ Angger Dimas, meninggal dunia.

Selebgram Rachel Vennya memberikan pembelaan terhadap Tamara Tyasmara dari komentar-komentar tak sedap dari netizen. Perempuan berusia 28 tahun itu meminta netizen untuk berempati terhadap Tamara daripada berkomentar yang tidak sepantasnya.

Sebab, Tamara Tyasmara saat ini sedang sedih ditinggal Dante, anak yang sangat disayanginya pergi menghadap Sang Khaliq untuk selamanya. "Tolonglah sebagai sesama ibu, sebelum ngeluarin kata-kata yang nyakitin, coba berempati dulu. Dan jangan suudzon dulu," kata Rachel Vennya dalam video diunggah di TikTok.

Dia sama sekali tidak sependapat apabila sedih tidaknya orang hanya dilihat dari dia tersenyum atau mau melayani wawancara wartawan. Menurut Rachel Vennya, kesedihan seseorang tidak bisa dinilai hanya dari penampilan fisik saja.

"Kalian saja nggak tahu orang psikopat itu psikopat, dan kalian nggak tahu orang sedih itu sedih, kalian nggak tahu orang yang menangis meraung-raung apakah beneran sedih atau tidak. Nggak ada yang tahu hati manusia," tuturnya.

Sekalipun tidak terlihat sedih, bukan berarti orang tidak merasakan kesedihan. Apalagi dalam kasus Tamara Tyasmara, dia kehilangan putra yang sangat disayanginya. "Seorang ibu kehilangan anak pasti rasanya mungkin kayak lagi dikulitin, seperih itu. Kalau seandainya dia bukan orang tua gila, otomatis dia akan merasakan hal yang sakit melebihi apa pun di dunia ini. Kehilangan anak ya Allah, aku ngebayanginnya saja rasanya sudah berkaca-kaca," tuturnya.

Rachel Vennya beberapa kali menyatakan tidak pantas apabila menilai orang hanya dari raut muka. Karena terkadang apa yang tampil di muka tidak selamanya mencerminkan apa yang terasa di dalam hati.

"Menurut gue nggak pantas lo semua menghakimi ibunya berdasarkan pakar muka, raut muka. Kalau mau dibilang lalai, iya dia lalai, dan kita nggak bisa bilang, 'gue kalau jadi ibunya pasti gue mau lihat CCTV, kalau jadi ibunya gue nggak mau wawancara'. Banyak hal yang kita lakuin di dunia ini kita sesali, dan kita merasa bodoh banget," paparnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore