Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 21.08 WIB

WASPADA! BMKG Imbau Cuaca Ekstrem Ancam Kediri Raya hingga Februari 2024

Langit mendung di Kota Kediri (Radar Kediri/Jawa Pos Group) - Image

Langit mendung di Kota Kediri (Radar Kediri/Jawa Pos Group)

JawaPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kediri Raya.

Perkiraan yang disampaikan BMKG, cuaca ekstrem akan terjadi sampai pertengahan bulan Februari 2024.

Forecaster BMKG Stasiun Geofisika Sawahan, Nganjuk Setiyaris menuturkan, “Ada pertemuan antara massa udara dari utara dan selatan yang memanjang dari barat hingga ke timur. Ini berpotensi untuk membentuk awan-awan hujan," dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group).

Setiyaris juga mengimbuhkan bahwa peluang hujan di Kediri Raya sangat besar hingga satu minggu ke depan.

Namun, hujan lebat dan angin kencang ini diprediksi tidak hanya di Kota Kediri dan sekitarnya saja. Tetapi, juga menjadi ancaman bagi seluruh wilayah Pulau Jawa.

Apalagi, perkiraan puncak musim penghujan akan jatuh pada bulan Februari mendatang.

“Selain itu karena kita juga menuju ke puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada Februari,” katanya.

Dia menjelaskan fenomena hujan ini disebabkan oleh awan konvektif yang lebih mendominasi.

Awan ini juga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi. Misalnya, angin kencang, puting beliung, dan petir.

Pihaknya juga mengatakan jika hujan deras dalam waktu singkat kemungkinan juga bakal sering terjadi. Berupa hujan yang pertama turun di musim hujan setelah beberapa hari tidak terjadi hujan.

“Itu perlu diwaspadai. Hujan yang turun pertama nanti biasanya akan disertai angin kencang dan petir,” jelasnya.

Karenanya, dia mewanti-wanti masyarakat untuk selalu waspada dalam ancaman cuaca ekstrem ini.

Terutama, masyarakat juga perlu mengenali lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini supaya masyarakat dapat memperkirakan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Apakah di sekitar kita langganan banjir atau rawan bencana karena berada di dataran tinggi. Itu perlu diwaspadai,” pungkasnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore