alexametrics

Harapan dari Pencarian KRI Nanggala-402, Personelnya Prajurit Terlatih

SAR Andalkan Sonar dan ROV
24 April 2021, 14:03:09 WIB

JawaPos.com – Kabar baik dari operasi penyelamatan KRI Nanggala-402 belum juga muncul. Sampai tadi malam (23/4), posisi kapal selam yang hilang kontak Rabu dini hari (21/4) itu tak kunjung diketahui.

Tim gabungan yang bekerja di lapangan harus berkejaran dengan waktu lantaran cadangan oksigen di dalam kapal selam itu semakin tipis.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad menyatakan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono masih memimpin operasi pencarian di perairan utara Bali.

Mabes TNI memastikan, kekuatan penuh tidak akan berhenti mereka kerahkan. Tidak ada satu pun prajurit TNI yang berada dalam kondisi sulit yang mereka tinggalkan. Karena itu, puluhan kapal terus menyisir lokasi pencarian. Terutama kapal dan pesawat yang memiliki kemampuan pengindraan bawah permukaan laut. ”Kapal selamnya kan sudah diam, tidak ada suara. Sehingga hanya sonar yang bisa menangkap,” kata jenderal bintang dua TNI-AD tersebut. Selain kapal milik TNI-AL, kapal dari instansi lain ikut membantu.

Bantuan dari negara-negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat (AS), dan India juga dinantikan TNI-AL. Riad menyebutkan bahwa Mabes TNI dan Mabes TNI-AL sudah mengurus segala izin yang diperlukan agar bantuan tersebut tidak terkendala administrasi saat memasuki daerah operasi. ”Semua proses dipercepat karena waktu yang harus kami kejar,” jelasnya.

Dini hari tadi (24/4) sekitar pukul 03.00 Wita, cadangan oksigen di KRI Nanggala-402 diperkirakan habis. Tentu batas waktu tersebut dimengerti dan disadari setiap personel TNI yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan kapal selam buatan Jerman itu. Mereka berharap arus di bawah permukaan laut tidak mengubah posisi KRI Nanggala-402. ”Harapannya masih di posisi submiss,” imbuh Riad. Di posisi itu, saat ini pencarian digencarkan. Sebab, tidak jauh dari posisi itu pula terdeteksi kemagnetan yang cukup besar. Di sekitar area itu pula ada temuan tumpahan minyak. Total, menurut data yang diterima Puspen TNI, ada sembilan titik pencarian.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/wan/fre/aif/c19/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads