
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12). (Saifan Zaking/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan kasus korupsi akan berkurang. Hal itu seiring dengan sistem keamanan yang makin canggih sehingga menurunkan risiko kebocoran keuangan antarlembaga.
’’Sistem makin bagus, kita makin terpadu. Saya kira korupsi akan makin kurang," kata Luhut secara virtual, Kamis (24/2).
Luhut menyebut, potensi dalam memainkan anggaran daerah atau APBD pun makin sulit. Sehingga, penyalahgunaan anggaran negara dapat sangat minim. Selanjutnya, yang perlu diperbaiki tinggal persoalan jabatan saja. "APBD itu susah untuk disalahgunakan. Kenapa susah? karena sistem makin baik,” ucapnya.
Di sisi lain, Luhut berpesan kepada para kepala daerah agar fokus melayani masyarakat. Meskipun berasal dari partai politik yang berbeda, namun harus memenuhi kebutuhan warganya dalam janji-janji yang diucapkan. "Gubernur harus kompak, partai kalian beda-beda silakan, tapi kalau ngurus rakyat jangan beda-beda. Kan ada janji ke rakyat bikin sejahtera dipenuhi lah," ungkapnya. (*)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
