
Suasana gerbang tol Cikampek Utama pada Selasa (26/12).
JawaPos.com - Perjalanan ke arah barat, seperti lalu lintas di tol menuju Jakarta, menunjukkan peningkatan Selasa (26/12) malam. Mengantisipasi kemacetan, atas diskresi kepolisian, PT Jasa Marga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan contraflow satu lajur dari Km 55 sampai Km 47 arah Jakarta di ruas jalan tol Jakarta–Cikampek. Contraflow dibuka mulai sekitar pukul 18.15 WIB.
”Terpantau volume lalu lintas kendaraan arah Jakarta mulai meningkat,” ujar VP Corporate Secretary and Legal PT JTT Ria Marlinda tadi malam.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, Jasa Marga mendukung penuh rekayasa lalu lintas yang diambil pihak kepolisian demi kelancaran arus lalu lintas para pemudik. Traffic counting dilakukan di jalan tol Cipali dan GT Kalikangkung jalan tol Batang–Semarang.
Kenaikan volume lalu lintas di jalan tol arah Jakarta sudah terdeteksi sejak Senin lalu. Jasa Marga mencatat, lebih dari 197 ribu kendaraan kembali ke Jabotabek pada Hari Raya Natal 2023. Angka itu merupakan kumulatif dari empat gerbang tol (GT) utama. Yakni GT Cikupa yang berasal dari arah Merak, GT Ciawi dari arah Puncak, GT Cikampek Utama dari arah trans-Jawa, dan GT Kalihurip Utama dari arah Bandung. Paling banyak berasal dari arah timur atau tol trans-Jawa dan Bandung, yakni sebanyak 98.050 kendaraan (49,7 persen).
”Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 43,76 persen jika dibandingkan lalin normal,” ungkap Lisye. Lalu, jika dibandingkan dengan periode Natal 2022, total volume itu meningkat 10,03 persen di mana jumlah kendaraan mencapai 179.068 kendaraan.
Juru Bicara Divhumas Polri Kombespol A.M. Kamal mengatakan, dari pantauan udara di sepanjang tol Cikampek hingga Cipali, arus kendaraan terbilang lancar. Meski begitu, Korlantas telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa kombinasi one way dan contraflow. Penerapannya akan bergantung pada kondisi lalu lintas di jalan tol.
Sementara itu, tingginya penggunaan kendaraan pribadi dalam momen libur panjang mendapat sorotan. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menuturkan, banyaknya masyarakat yang masih memilih kendaraan pribadi lantaran tidak ada stimulus yang apik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Djoko mencontohkan di Wonosobo. Kemacetan terjadi karena ruas jalan yang kecil. Tidak mungkin untuk dilebarkan. ”Adanya kemacetan di mana-mana ini membuat masyarakat kapok. Jadi citra buruk bagi tempat wisata,” katanya.
Djoko memberikan solusi agar ada kantong parkir yang luas yang jauh dari tempat wisata. Lalu, masyarakat yang akan ke tempat wisata dapat diantarkan menggunakan feeder berbiaya murah atau gratis. ”Agar pemda dapat pemasukan, bisa juga dengan karcis wisata yang dinaikkan,” katanya kemarin.
Menurut Djoko, konsep wisata di luar negeri banyak yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Namun menggunakan bus atau shuttle bus. Selain itu, macet di berbagai wilayah juga merupakan wujud nyata buruknya angkutan umum di daerah.
”Pakai kendaraan umum terlihat lebih mahal dan ribet karena di daerah tujuan tidak tersedia transportasi umum. Kendaraan pribadi jadi terlihat lebih simpel,” ungkapnya. (lyn/mia/idr/mel/hen/ian/c9/fal)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
