
Ilustrasi orangtua yang sedang memarahi anaknya./(istock).
JawaPos.com - Kebanyakan orang tua pasti masih belum memahami apa yang dimaksud dengan toxic parents.
Sesuai dengan namanya, toxic parents adalah orangtua yang berperilaku toxic dalam mengasuh anaknya.
Pola asuh yang tidak baik dari kedua orangtua, tanpa disadari dapat merusak psikologis seorang anak.
Baik secara mental maupun kondisi fisik seorang anak. Bersembunyi dibalik dalih untuk kebaikan sang buah hati, terkadang justru menyakiti perasaan anak.
Dilansir dari kanal Youtube Psych2Go, lebih dari 50 ribu anak di Amerika masuk dalam kategori korban kekerasan emosional.
Kemudian, hal apa sajakah yang menyebabkan itu semua terjadi? Inilah penjelasan terkait 8 kebiasaan toxic parent yang dapat merusak psikologis anak.
1. Merendahkan Penampilan Anak
Merendahkan orang lain dengan mengomentari penampilan seseorang merupakan perilaku yang tidak pantas untuk dilakukan.
Apalagi jika dilakukan terhadap anaknya sendiri. Menghina penampilan dengan kata- kata seperti ‘kamu terlalu gendut’, ‘kamu jelek’, ‘kamu pendek’.
Jika terus menerus dilakukan, maka akan menghancurkan rasa ketidakpercayaan diri mereka.
Orang tua seharusnya mengajarkan, bagaimana cara mencintai diri sendiri dan lebih bijak menyikapinya. Agar kedepannya anak dapat melakukan introspeksi diri pada diri mereka.
2. Sangat Provokatif Terhadap Perilaku Anak
Bersikap provokatif terhadap perilaku anak juga termasuk pada ciri- ciri toxic parents. Kebiasaan bertanya pada anak seperti “mengapa kamu bersikap aneh?”, “mengapa caramu berbicara seperti itu?” adalah contoh dari kalimat yang memprovokasi anak.
Kebanyakan anak- anak cenderung mempercayai semua perkataan orang tua. Akan tetapi, jika ucapan yang dilontarkan bersifat sarkastik. Maka akan membuat anak merasa bahwa ada sesuatu yang salah dari dirinya.
Hal itu akan membuat anak susah menjadi diri mereka sendiri. Karena akan selalu diselimuti oleh perasaan yang takut dan tidak nyaman, bahkan hingga dewasa nanti.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
