Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 20.30 WIB

8 Kebiasaan Toxic Parents yang Tanpa Disadari Dapat Merusak Psikologis Seorang Anak, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi orangtua yang sedang memarahi anaknya./(istock). - Image

Ilustrasi orangtua yang sedang memarahi anaknya./(istock).

JawaPos.com - Kebanyakan orang tua pasti masih belum memahami apa yang dimaksud dengan toxic parents.

Sesuai dengan namanya, toxic parents adalah orangtua yang berperilaku toxic dalam mengasuh anaknya.

Pola asuh yang tidak baik dari kedua orangtua, tanpa disadari dapat merusak psikologis seorang anak.

Baik secara mental maupun kondisi fisik seorang anak. Bersembunyi dibalik dalih untuk kebaikan sang buah hati, terkadang justru menyakiti perasaan anak.

Dilansir dari kanal Youtube Psych2Go, lebih dari 50 ribu anak di Amerika masuk dalam kategori korban kekerasan emosional.

Kemudian, hal apa sajakah yang menyebabkan itu semua terjadi? Inilah penjelasan terkait 8 kebiasaan toxic parent yang dapat merusak psikologis anak.

1. Merendahkan Penampilan Anak

Merendahkan orang lain dengan mengomentari penampilan seseorang merupakan perilaku yang tidak pantas untuk dilakukan.

Apalagi jika dilakukan terhadap anaknya sendiri. Menghina penampilan dengan kata- kata seperti ‘kamu terlalu gendut’, ‘kamu jelek’, ‘kamu pendek’.

Jika terus menerus dilakukan, maka akan menghancurkan rasa ketidakpercayaan diri mereka.

Orang tua seharusnya mengajarkan, bagaimana cara mencintai diri sendiri dan lebih bijak menyikapinya. Agar kedepannya anak dapat melakukan introspeksi diri pada diri mereka.

2. Sangat Provokatif Terhadap Perilaku Anak

Bersikap provokatif terhadap perilaku anak juga termasuk pada ciri- ciri toxic parents. Kebiasaan bertanya pada anak seperti “mengapa kamu bersikap aneh?”, “mengapa caramu berbicara seperti itu?” adalah contoh dari kalimat yang memprovokasi anak.

Kebanyakan anak- anak cenderung mempercayai semua perkataan orang tua. Akan tetapi, jika ucapan yang dilontarkan bersifat sarkastik. Maka akan membuat anak merasa bahwa ada sesuatu yang salah dari dirinya.

Hal itu akan membuat anak susah menjadi diri mereka sendiri. Karena akan selalu diselimuti oleh perasaan yang takut dan tidak nyaman, bahkan hingga dewasa nanti.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore