
Kegiatan pembenihan udang di Desa Kupa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. (Dok. LPMUKP)
JawaPos.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus memperkuat usaha pembenihan udang di seluruh negeri. Hal ini sebagai pilar utama dalam upaya meningkatkan produksi udang nasional. Salah satu pelaku usaha yang menjadi sorotan adalah Darmawis Nur, 50, pembenih udang berpengalaman selama dua dekade asal Desa Kupa, Kabupaten Barru.
Darmawis, dengan pengalamannya membuktikan bahwa benih memegang peran utama dalam mendukung pertumbuhan industri udang di Indonesia. Saat ini, upayanya tidak hanya terbatas pada pengembangan udang windu, tetapi juga mencakup udang vaname, mengikuti permintaan yang terus meningkat di berbagai daerah.
"Distribusi benih udang yang kami produksi mencakup wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan," ungkap Darmawis.
Menurut Darmawis, proses pembenihan benur udang vaname memerlukan waktu sekitar 17 hari sejak menetas, sedangkan benur windu memerlukan waktu hingga 20 hari. Benih udang ini dikelola hingga mencapai tahap post larva (PL) 12 sebelum siap untuk dijual.
Benih-benih udang yang dibudidayakan. (Dok. LPMUKP)
Bulan demi bulan usaha Darmawis berhasil mencapai angka produksi yang mengesankan. Dalam sebulan, tidak kurang dari 2-3 juta ekor benih udang vaname dan 5-6 juta ekor benih udang windu mampu diproduksi. Benih udang pun dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan dalam proses budidaya.
"Harga benih udang Vaname berkisar antara 20-25 rupiah per ekor, sementara benih udang Windu dijual dengan harga 25-40 rupiah per ekor," tambahnya.
Pada perjalananya usaha Darmawis sempat terdampak kebijakan larangan ekspor udang hingga mengalami stagnansi dan terhenti. Namun, melalui langkah strategis yang diambil, Darmawis berhasil pulih dan kembali menjalankan usahanya. Keberhasilan ini didukung oleh memanfaatkan permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), yang membantu memulihkan perputaran ekonomi usahanya.
Darmawis yakin bahwa bisnis pembenihan udang memiliki potensi pertumbuhan yang berkelanjutan, dan pasarannya akan tetap stabil. Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta semangat kewirausahaan seperti yang ditunjukkan oleh Darmawis, produksi udang nasional diharapkan dapat terus meningkat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
