Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 02.54 WIB

Eskalasi Konflik Palestina-Israel Meningkat, Ketum PBNU Minta Hentikan Kekerasan dan Perang

Ketum PBNU Gus Yahya.(Twitter/X @yahyastaquf). - Image

Ketum PBNU Gus Yahya.(Twitter/X @yahyastaquf).

JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf turut merespon eskalasi konflik Palestina-Israel yang kembali meningkat usai kelompok Hamas Palestina melancarkan serangan.

Serangan dari kedua belah pihak baik Palestina maupun Israel terus berlangsung paling tidak sejak Sabtu (8/10). Akibatnya, 1.000 orang dilaporkan menjadi korban dari meletusnya peperangan tersebut.
 
Menanggapi hal itu, Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya menyerukan untuk menghentikan kekerasan dan perang antara Palestina dan Israel.
 
"Hentikan kekerasan di wilayah keduanya,” ujar Gus Yahya seperti dikutip JawaPos.com dari laman resmi NU Online pada Senin (9/10).
 
Sebagai orang yang turut aktif dalam kampanye perdamaian global, Gus Yahya juga mengajak seluruh pihak terkait dan masyarakat internasional agar bertindak dengan langkah tepat dan menentukan. 
 
Dia mendorong agar langkah tersebut dapat mencapai penyelesaian yang adil antara Palestina dan Israel sesuai hukum internasional. 
 
 
“Masyarakat internasional harus bertindak dengan langkah-langkah yang lebih decisive (menentukan) menuju penyelesaian yang adil atas masalah Israel dan Palestina sesuai hukum dan kesepakatan-kesepakatan internasional yang ada,” jelas Gus Yahya.
 
Ulama yang aktif menyerukan agama sebagai pendorong resolusi konflik ini juga turut menyerukan kepada anggota tetap Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak vetonya demi membela salah satu pihak.
 
"Keadilan dan kemanusiaan harus dijadikan landasan sikap yang absolut,” katanya.
 
Sosok ulama yang sempat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menekankan kepada masyarakat luas agar identitas dan seruan-seruan agama jangan terus digunakan untuk memupuk dan mengembangkan permusuhan. 
 
“Inspirasi agama tentang rahmah dan keadilan universal harus dikedepankan untuk menggulirkan upaya resolusi konflik di semua tingkatan, baik di tingkat struktur politik maupun di tingkat komunitas,” tutur Ketum PBNU tersebut.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore