Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 14.04 WIB

Rekrut Lulusan S3, CPNS BRIN Sepi Pendaftar

 

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko. ANTARA/HO-BRIN

 
JawaPos.com - Pendaftaran CPNS 2023 ditutup hari ini (9/10) pukul 23.59 WIB. Dalam perkembangannya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi satu-satunya instansi pusat dengan jumlah pelamar lebih sedikit dibandingkan kuota lowongannya.
 
Badan Kepegawaian Negara (BKN) melansir jumlah pelamar CPNS per 6 Oktober pukul 12.00 WIB. Jumlah formasi CPNS di BRIN ada 500 kursi, sementara pendaftarnya 112 orang. Itu artinya persaingan untuk jadi CPNS di BRIN sangat terbuka lebar. 
 
Sedangkan instansi dengan jumlah pelamar paling sedikit adalah Kementerian ESDM. Yaitu hanya ada lima orang. Tetapi kuota CPNS di Kementerian ESDM hanya empat kursi. Jadi jumlah pelamar masih di atas kuota lowongan yang dibuka. 
 
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko merespon perkembangan pendaftaran CPNS di instansinya. Dia lebih dahulu menyampaikan update terkini pendaftaran CPNS di BRIN.
 
 
"Hari ini sudah naik 189 (pendaftar)," katanya saat diwawancarai kemarin (8/10). Meskipun bertambah, tetap saja pendaftar CPNS di BRIN masih di bawah kuota yang tersedia. 
 
Dia menampik bahwa minimnya pelamar CPNS di BRIN, menandakan minat menjadi peneliti turun. "Bukan karena sepi peminat. Tetapi karena persyaratan masuk ke BRIN minimal (lulusan) S3. BRIN menjadi satu-satunya instansi yang mematok syarat minimal S3 atau doktor," kata dia. 
 
Handoko menjelaskan biasanya separuh dari pelamar BRIN adalag diaspora. Ilmuan-ilmuan yang sudah berkarir atau bekerja di luar negeri. 
 
 
Meskipun jumlah pendaftar sedikit, Handoko menegaskan tidak akan menurunkan standar kualifikasi pendidikan itu. "Karena target kita bukan untuk mendapatkan pelamar," jelasnya. Tetapi mendapatkan kandidat yang terbaik. Serta kandidat yang sudah terbukti sebagai periset atau peneliti. 
 
Menurut Handoko kalau lulusan S2 (magister) apalagi S1 (sarjana) itu terlalu jauh dari bidang penelitian atau riset. Mereka yang baru lulus S2 maupun S1 masih berpotensi berubah passion atau minat menjadi penelitinya. Selain itu juga belum teruji kemampuannya. 
 
Dia menjelaskan tahun lalu lowongan ASN di BRIN dibuka untuk kelompok PPPK. Tetapi tahun ini semua lowongan untuk kelompok PNS. Biasanya kombinasi antara PPPK dan PNS. Handoko mengatakan pengaturan ini murni kewenangan Kementerian PAN-RB. Dia mengatakan tahun ini formasi PPPK diprioritaskan untuk honorer tenaga kesehatan dan guru. 
 
Handoko lantas menyampaikan sejumlah pesan untuk para calon peneliti yang bergabung di BRIN. Menurut dia Indonesia saat ini dan ke depan sangat membutuhkan talenta muda periset untuk memastikan tercapaianya Indonesia Emas 2045. Untuk menuju negara maju di 2045 nanti, tidak mungkin terjadi tanpa nilai tambah ekonomi tinggi berbasis riset dan inovasi. 
 
Dia menuturkan telah banyak fasilitas dan dukungan negara untuk mendidik generasi muda sampak dengan jenjang S3 atau doktor. BRIN menjadi wadah para talenta muda dapat berkarya di bidangnya. Serta menjadi wahana untuk mematangkan diri sebagai periset profesional sesuai kepakarannya. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore