
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto
JawaPos.com- Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memastikan pemberian dukungan dari aktivis 98 seperti Budiman Sudjatmiko, Immanuel Ebenezer dan lain-lain kepada Prabowo Subianto bukan karena uang. Dia membantah sejumlah uang digelontorkan kepada mereka agar memberi dukungan.
Hal itu disampaikan Hashim saat menghadiri diskusi bertajuk 'Kenapa Aktvisi Dukung Prabowo?' di rumah pemenangan relawan Prabowo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).
"Saya mau bersaksi ini menanggapi tuduhan, fitnah-fitnah dan sebagainya, pihak Prabowo, dari kami tidak berikan satu rupiah, satu euro, satu dollar, satu yen kepada mereka semua. Tidak ada sogokan," kata Hashim.
Sementara itu, Jokowi Mania sekaligus Aktivis 98 Immanuel Ebenezer mengatakan, dirinya mendukung Prabowo karena memiliki gagasan besar yang tidak dimiliki calon lain. Prabowo selama ini juga sebagai sosok yang kerap mendapat hujatan, fitnah karena dianggap memiliki dosa masa lalu.
"Pak Prabowo ini kan lahir dari proses panjang, bukan dari proses instan. Dia pernah digadang-gadang menjadi Wapres 2009 dengan Bu Mega, kasusnya diangkat soal pelanggaran HAM, 2019 diangkat menjadi bagian pemerintahan Jokowi orkrestasi yang diungkit pelanggaran HAM diangkat," kata Noel sapaan akrabnya.
Noel pun meminta kepada semua pihak agar beradu gagasan dalam menghadapi Pilpres 2024. Tidak lagi menyerang secara personal.
"Kalian gugat saja sikap Prabowo, kita berkompetisi bicara gagasan, bukan lagi personal. Siapa yang nggak punya dosa masa lalu, semua punya, hanya tidak mencalonkan. Sampai dengan saat ini tidak ada keputusan hukum yang menyatakan Prabowo melanggar HAM, melakukan penculikan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam acara relawan Prabowo-Budiman (Prabu) Bersatu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Padahal, PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada Pemilu 2024.
PDI Perjuangan akhirnya resmi memecat Budiman Sudjatmiko usai mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo. Petikan surat pemecatan itu sudah diterima Budiman, yang ditandatangani oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pada Kamis (24/8) malam.
"Memutuskan, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. Budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," bunyi surat keputusan DPP PDIP tersebut.
Merespons pemecatan itu, Budiman Sudjatmiko mengaku legawa. Ia enggan berkomentar banyak setelah menerima surat resmi dari PDIP.
“Tak ada komentar. Saya cuma mau bilang bahwa saya sudah menerima suratnya dan terima kasih untuk semuanya,” kata Budiman Sudjatmiko saat dikonfirmasi, Jumat (25/8).
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu mengaku tidak masalah dipecat dari PDIP usai mendukung Prabowo. Menurutnya, ini hanya akhir dari satu episode perjalanannya untuk memulai babak baru karier politiknya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
