Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2023 | 17.27 WIB

BNPB Siapkan Strategi Antisipasi Dampak Bencana Saat Mudik Lebaran

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meminimalisir kerugian moril dan materil akibat kejadian bencana. Pasalnya, selama kegiatan mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah potensi bencana alam tetap bisa terjadi sewaktu-waktu.
 
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, ada potensi terjadi bencana hidrometeorologi basah dan kering saat periode mudik lebaran nanti. Sehingga harus disipakan langkah pencegahan.
 

Warga mengungsi di tenda darurat, Cugenang, ,Kabupaten Cianjur, Jawa barat , Selasa (22/11/2022). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gempa bermagnitudo (M) 5,6 di Cianjur mengakibatkan 58.362 warga mengungsi. MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS

 
“Berdasarkan hasil koordinasi yang menjadi tantangan yang besar yakni bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem,” ucap Suharyanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/4).
 
“Kebakaran hutan dan lahan juga mungkin akan terjadi di beberapa provinsi, hingga kini Riau dan Jambi sudah menetapkan status siaga darurat. BNPB mendukung peralatan pemadaman darat dan juga personelnya, kemudian menyiapkan helipkopter di 6 provinsi prioritas dengan total 46 helikopter,” lanjutnya.
 
 
Adapun provinsi prioritas penanganan Karhutla yang dimaksud ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pada wilayah-wilayah tersebut telah disiapkan 13 helikopter patrol dan 33 helikopter water bombing.
 
BNPB dengan intansi terkait akan melakukan pencegahan bencana tersebut, salah satunya dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
 
“TMC bisa dilakukan untuk memperkecil turunnya hujan dan memperbanyak hujan disesuaikan dengan penanganan bencananya. Untuk Karhutla TMC berguna mendatangkan hujan dan memadamkan api, untuk daerah yang berpotensi banjir dan tanah longsor dapat juga menggunakan TMC," jelasnya.
 
Langkah berikutnya, BNPB membuat peta rawan bencana untuk wilayah pulau Sumatra, Jawa dan Bali bagi masyarakat yang ingin mudik. Baik itu bencana banjir, tanah longsor dan cuaca ektrem.
 
“Kemudian Bekerjasama dengan BPBD, kementerian, lembaga, Pemda, untuk memantau penyelengaraan mudik pada titik-titik yang akan menjadi penumpukan pemudik,” imbuhnya.
 
 
Suharyanto berharap dengan langkah-langkah tersebut, pemudik dan masyarakat bisa lebih terlindungi. Dengan begiru, mereka dapat bertemu dengan keluarga di kampung halamannya.
 
“Mudah-mudahan dalam pelaksanaan mudik 2023 ini masyarakat terbebas dari bencana dan berjalan lancar,” pungkasnya.
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore