
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat konferensi pers terkait laporan tentang dugaan pelanggaran pemilu oleh Anies Baswedan lewat tabloid yang disebar di masjid di Malang, Jawa Timur, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (29/9/2022). Bawaslu memutuskan bahwa lapor
JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep akan segera memutuskan kasus dugaan bagi-bagi amplop berlogo PDI Perjuangan (PDIP) yang berisi uang di masjid, pada pekan ini. Kasus dugaan bagi-bagi amplop itu ramai diperbincangkan di media sosial.
"Minggu ini, insyaAllah," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/4).
Bagja mengutarakan, kasus ini sedang diusut oleh Bawaslu Kabupaten Sumenep. Berdasarkan laporan dari Bawaslu Sumenep, Said Abdullah sudah dipanggil untuk klarifikasi peristiwa tersebut.
"Sudah (dipanggil Said Abdullah), masih dikerjakan oleh Bawaslu Sumenep," ungkap Bagja.
Bagja juga mengakui, pihaknya turut serta menelusuri dugaan pelanggaran dalam kasus tersebut. Menurutnya, kasus ini seharusnya menjadi pelajaran bagi berbagai pihak untuk memperhatikan ketentuan yang ada, terkait hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada masa sosialisasi peserta Pemilu Serentak 2024.
"Ini kan, satu masa sosialisasi. kedua nggak boleh tidak ada kegiatan politik praktis di Masjid. Itu yang akan kita tegur yang bersangkutan jika kemudian terbukti," tegas Bagja.
Sebelumnya, beredar video seorang membagikan amplop merah berlogo kepala banteng khas PDIP kepada jamaah yang hadir di sebuah masjid. Seorang pria membagikan amplop kepada jamaah yang hadir.
Video itu diunggah akun Twitter @PartaiSocmed. Selain itu, juga terdapat foto Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Timur (Jatim) Said Abdullah dan Ketua DPC PDIP Sumenep, Ahmad Fauzi. Di unggahan lainnya, terlihat isi amplop terdiri dari dua lembar uang Rp 100 ribu dan dua lembar uang Rp 50.000.
Merespons itu, Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengakui, pada masa reses DPR RI pihaknya turut membagikan 175 ribu paket sembako untuk warga miskin di Madura, yang sebagiannya dalam bentuk uang. Peristiwa itu terjadi pada Maret 2023.
"Masa reses Maret 2023, Said Abdullah bersama para pengurus cabang PDI Perjuangan se Madura membagikan sembako sebanyak 175 ribu paket kepada kamu miskin se-Madura, dan sebagian dalam bentuk uang tunai," ucap Said kepada wartawan, Minggu (26/3).
Ketua DPD PDIP Jawa Timur ini menyebut, dirinya di-framing, seolah-olah melakukan politik uang dalam rangka menghadapi Pemilu 2024.
"Namun akun anonim @PartaiSocmed membuat framing menyudutkan Said Abdullah seolah-olah yang bersangkutan melakukan money politic sehingga melakukan terusan ke Bawaslu RI," ungkap Said.
Said mengungkapkan, bantuan berupa sembako dan uang tunai diklaim selalu dilakukannya saat berkunjung ke Madura. Bahkan, hal tersebut diniatkannya merupakan zakat mal.
"Hal itu rutin saya lakukan setiap tahun sejak 2006 lalu. Bahkan jika ada rezeki berlebih, malah ingin rasanya kami berzakat lebih banyak menjangkau kaum fakir miskin” papar Said.
Elite PDIP ini membantah melakukan politik uang. Dia menyebut, setiap masa reses uang yang diterimanya dibagikan uang membantu kebutuhan rakyat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
