Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Januari 2023 | 17.22 WIB

Terobosan Korlantas Polri, Siapkan Pelat Nopol Ber-Chip dan E-BPKB

Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus. (Ilham Wancoko/Jawa Pos) - Image

Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

JawaPos.com – Perubahan warna pelat nomor kendaraan dari hitam ke putih akan diikuti pemasangan chip berteknologi radio frequency identification (RFID). Selain mendeteksi identitas kendaraan, teknologi itu ke depan berguna memudahkan pembayaran seperti ketika masuk jalan tol.

Rencana tersebut menjadi bagian dari terobosan yang disiapkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Menurut Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus, setelah berganti warna menjadi putih, pada pelat nomor akan disematkan chip RFID untuk melengkapi keamanannya. ”Dengan chip RFID ini, akan muncul data kendaraannya di Command Center Korlantas,” kata dia kemarin (26/1).

Data kendaraan itu akan sangat lengkap. Tidak hanya nomor mesin dan nomor rangka. Bahkan, ditargetkan juga merekam history kendaraan dan pemiliknya. Apakah pernah terlibat kecelakaan atau apakah pernah melanggar lalu lintas. ”Identitas dari pemilik kendaraan muncul semua. Inilah yang kami rancang,” paparnya.

Mengapa history kendaraan dibutuhkan? Yusri menjelaskan, hal itu sebenarnya terhubung dengan konsep besar yang dibuat Korlantas. Yakni, merit system mengemudi di Indonesia. Ada 12 poin yang direncanakan untuk diterapkan dalam merit system. ”Jadi, semua memiliki 12 poin awal. Kalau melanggar, poin akan berkurang,” terangnya.

Setelah 12 poin itu habis, sudah habis pula karier mengemudi pelanggar tersebut. Meski begitu, pengadilan yang akan memutuskan apakah poin tersebut habis atau dengan kata lain dilarang mengemudi selamanya. ”Salah satu pelanggaran yang poinnya langsung habis itu tabrak lari,” ungkap Yusri.

Penggunaan chip RFID tersebut direncanakan mulai berlaku tahun ini. Sebab, aturannya telah masuk dalam Peraturan Polri Nomor 7/2021 tentang Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor. Artinya, tinggal menunggu waktu.

Meski demikian, pemberlakuannya akan memerlukan waktu panjang. Hal itu berkaitan dengan proses produksi. Mengingat, jumlah kendaraan mencapai ratusan juta unit. Selain itu, perubahan pelat nomor dari hitam ke putih juga berkaitan dengan ketaatan pemilik kendaraan dalam membayar pajak.

Nanti, lanjut Yusri, teknologi chip RFID pada pelat nomor tersebut juga memiliki fungsi pembayaran. Misalnya, saat mengakses jalan tol dan parkir kendaraan. ”Akan terintegrasi dengan jalan tol,” terangnya.

Dia menjelaskan, ketika kendaraan masuk tol, chip akan terdeteksi. Yang secara otomatis langsung memotong saldo e-tol. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu melakukan tap kartu e-tol secara manual. ”Tidak lagi ngantre masuk jalan tol. Mobil langsung masuk saja,” jelas Yusri.

Fungsi lainnya adalah untuk membayar parkir di mal dan perkantoran.

Yusri mengatakan, pihaknya terus mengkaji penerapan teknologi tersebut dan selanjutnya diikuti dengan proses pengadaan. ”Yang pasti, kami akan memperbaiki seluruh sistem lalu lintas,” tegasnya.

E-BPKB Targetkan Mutasi Kendaraan Selesai Setengah Hari


Selain pelat kendaraan dengan chip RFID, tahun ini akan dilakukan pengarsipan digital untuk semua data buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB). Dengan begitu, akan menjadi electronic BPKB (e-BPKB) yang memudahkan proses mutasi kendaraan dan pengurusan BPKB hilang.

Dirregident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus mengatakan, saat ini proses mutasi kendaraan dari satu daerah ke daerah lain cukup lama. Bisa dua hingga empat minggu. ”Tentunya ini tidak memuaskan untuk masyarakat,” ujarnya.

Begitu juga pengurusan BPKB hilang. Pengurusannya butuh waktu lebih lama lagi, bisa tiga hingga empat bulan. ”Masalahnya ada di arsip BPKB yang begitu banyak. Tempat arsip BPKB saja lebih gede dari kantor samsatnya,” ungkap dia.

Yusri menjelaskan, untuk BPKB yang lama hilang, petugas harus mencari arsipnya. Padahal, jumlah BPKB yang disimpan bisa mencapai ratusan juta. ”Itulah dibutuhkan arsip digital. Kami mulai tahun ini,” terangnya.

Dengan arsip digital, samsat se-Indonesia akan bisa mengaksesnya. Proses mutasi kendaraan jadi lebih cepat. ”Mutasi kendaraan itu kami targetkan setengah hari jadi. Pokoknya cepat,” paparnya.

Jika BPKB hilang, lanjut Yusri, hitungannya hari. Dengan begitu, diharapkan masyarakat akan lebih cepat terlayani. ”Kami lakukan semua agar pelayanan jauh lebih cepat,” katanya.

Yusri menambahkan, fisik buku BPKB tetap ada, tapi memiliki versi digitalnya. ”Untuk kepentingan mutasi dan yang hilang itu,” ucap mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore