Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2020 | 22.10 WIB

KPAI Minta Pemerintah Gratiskan Internet Selama Satu Semester

Guru memberikan materi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa kelas XI secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan  Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkunga - Image

Guru memberikan materi saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswa kelas XI secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkunga

JawaPos.com - Memperingati Hari Anak Nasional yang bertepatan hari ini, Kamis (23/7), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan catatan penting dalam pendidikan Indonesia. Salah satunya adalah mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ), di mana yang diperbolehkan hanya yang berada di zona hijau.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti pun menyebut, keputusan tersebut sangat dilematis, karena kalau membuka sekolah tatap muka akan membahayakan kesehatan dan keselamatan anak-anak.

Di sisi lain pemerintah juga belum melakukan evaluasi dan perbaikan untuk PJJ fase kedua. Padahal, data menunjukkan anak-anak tertekan selama PJJ fase 1.

"KPAI mendorong ada perbaikan dalam PJJ fase kedua agar anak-anak dapat menjalani PJJ dengan kondisi bahagia. Karena 79,9 persen siswa menyatakan tidak senang belajar dari rumah karena 76,8 persen gurunya tidak melakukan interaksi selama PJJ, kecuali memberikan tugas-tugas saja," ungkapnya melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Kamis (23/7).

PJJ pada fase 1 pun dianggap tidak berjalan efektif, terjadi bias kelas sosial ekonomi, bias perkotaan dan pedesaan serta bias Jawa dan luar jawa. Selain itu, ada juga masalah jaringan dan ketidak mampuan keluarga peserta didik membeli kuota internet.

"Oleh karena itu, KPAI merekomendasi agar pemerintah mengratiskan internet untuk PJJ fase 2 selama 6 bulan kedepan," jelas dia.

Kemudian, pihaknya juga mendorong ada perbaikan dalam PJJ fase kedua agar anak-anak dapat menjalani PJJ dengan kondisi bahagia.

"Jika PJJ diperpanjang, namun tanpa perbaikan dan dukungan internet negara, maka hal ini akan berpotensi meningkatkan stress pada anak yang berdampak pada masalah psikologi anak-anak," ungkap dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=mYUh7Pj-tNw

https://www.youtube.com/watch?v=__N8qaxpS-o

https://www.youtube.com/watch?v=liC5-vWf-Vk

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore