
Foto: Anggota Komisi VI DPR Fraksi PAN Intan Fauzi (foto: istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN Intan Fauzi menyoroti kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang farmasi. Hal ini dipertanyakan Intan saat rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT Biofarma (Persero), Dirut Indofarma Tbk, Direksi Kimia Farma Tbk yang membahas mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, PT Bio Farma (Persero) meraup laba bersih senilai Rp 1,93 triliun pada 2021 atau naik 567,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Raihan laba bersih tersebut mencapai 186,9 persen dari target RKAP 2021.
Sedangkan realisasi total aset sebesar Rp 40,44 triliun per 31 Desember 2021. Total aset perusahaan tersebut naik 23,71 persen dari 31 Desember 2020. Total aset tersebut melebihi target RKAP tahun 2021 sebesar 136,6 persen.
Politikus PAN ini mempertanyakan aset lancar dan tidak lancar yang belum tergambar dalam presentasi Dirut Bio Farma, Honesti Basyir. “Mengenai aset, berapa Nilai Asset Lancar dan Kewajiban Lancar. Tentu kita berharap aset lancar lebih besar dari liabilitas,” kata Intan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (23/5).
Legislator daerah pemilihan (Dapil) Kota Bekasi ini juga menyinggung dampak peningkatan aset tersebut, terhadap peningkatan pendapatan. Tak dipungkiri, dirinya juga mempertanyakan utang dari BUMN pada bidang farmasi tersebut.
’’Kemudian dari nilai peningkatan utang, ada beberapa yang saya tanyakan, apakah ada utang investasi/pinjaman? Jika ada komponen utang investasi/pinjaman, apakah struktur pengembaliannya sesuai dengan cashflow kedepannya, mengingat masa pandemi segera berakhir," tanya Intan.
Politukus PAN itu juga meminta penjelasan alokasi anggaran sebesar Rp 6,9 triliun kepada Bio Farma untuk kebutuhan vaksin Covid-19 tahun 2022. Terlebih saat ini, Indonesia memasuki masa transisi dari pandemi ke endemi.
’’Kinerja bagus harus berkelanjutan dan jangan lagi meminta Penyertaan Modal Negara. Kinerja BUMN Farmasi harus profesional, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menjalankan dan menggunakan dana masyarakat," ungkap Intan. (*)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
