
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengumumkan program penyaluran dana abadi pendidikan untuk PTNBH di Jakarta (27/6). Foto : Dokumentasi UI
JawaPos.com – Keberadaan 400 orang dalam tim bayangan (shadow organization) yang disebut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sebuah forum internasional di Amerika Serikat menuai polemik. Keberadaan tim tak permanen tersebut, seperti mengkerdilkan peran ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek akhirnya buka suara soal 400 orang dalam tim bayangan tersebut. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek Muhamad Hasan Chabibie menjelaskan, tim teknologi yang disebut Nadiem adalah para ahli di bidang teknologi, data, dan aplikasi. mereka terlibat dalam berbagai platform teknologi untuk sektor pendidikan.
’’Mereka berkolaborasi intensif dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek. Serta unit-unit teknis terkait dengan menjunjung prinsip kesetaraan dan gotong royong,’’ kata Chabibie di Jakarta pada Sabtu (24/9). Dia menambahkan kolaborasi tersebut terjadi dalam pelaksanaan riset. Kemudian pada pematangan konsep, pengembangan produk teknologi, hingga optimalisasi pemanfaatan layanan digital.
Dia mengatakan dari transformasi digital yang dilaksanakan secara kolaboratif itu, ada beberapa dampak yang dirasakan. Diantaranya adalah 1,6 juta guru telah menggunakan platform Merdeka Mengajar. Platform ini membuka akses pada pengembangan diri sendiri yang lebih mandiri dan sesuai kondisi.
Kemudian terbentuk lebih dari 3.500 komunitas belajar para guru, terkumpulnya lebih dari 55 ribu konten belajar mandiri, lebih dari 92 ribu konten pembelajaran diunggah oleh guru untuk menginspirasi sejawatnya, serta terfasilitasinya lebih dari 2.700 mitra industri ke dalam Kampus Merdeka. Kemudian bergabungnya lebih dari 43 ribu praktisi ke dalam program Praktisi Mengajar.
’’Selain itu lebih dari Rp 51 triliun potensi anggaran fungsi pendidikan tahun anggaran 2022 dikelola secara lebih transparan dan akuntabel,’’ jelasnya. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel itu melalui dukungan platform ARKAS, SIPLah, dan TanyaBOS.
Chabibie mengatakan anggaran untuk operasional, termasuk gaji 400 orang tim bayangan tersebut resmi dari Kemendikburistek. Mekanismenya sudah sesuai dengan undang-undang. Sayangnya dia tidak membeber total anggaran untuk menggaji 400 orang tim bayangan itu.
Beberapa kalangan menyoroti keberadaan 400 orang tim bayangan tersebut. Diantaranya disampaikan Wakil Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia Indra Charismiadji. Dia meminta Mendikbudristek membubarkan tim bayangan tersebut. Keberadaan tim tersebut menandakan Mendikbudristek tidak bisa bekerja sama dengan timnya yang berlatar belakang PNS di kementerian. ’’Kalau Mendikbudristek tidak mampu bekerja sama dan membangun ASN di kementeriannya, bisa dipastikan dia juga tidak mampu membangun SDM Indonesia di masa depan,’’ tandasnya.
Sementara itu Ketua Bidang Kajian dan Riset Kebijakan Pendidikan NU Circle Ki Bambang Pharma mengatakan dia mencurigai keberadaan tim bayangan itu justru menyebabkan carut marut kebijakan pendidikan nasional. ’’Akibat ketidakpahaman dan kepongan menyebabkan salah desain kebijakan nasional,’’ katanya.
Ki Bambang mengatakan NU Circle meminta dilakukan investigasi dan audit terhadap kinerja 400 orang tim bayangan tersebut. Kemudian dipublikasikan ke publik pentolan-pentolan di antara 400 orang itu siapa saja. Termasuk apakah ada misi terselubung di dalamnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
