
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan terkait pernyataan Kapolri terhadap penuntasan kasus kematian Brigadir Joshua di Kantor Menkopolhukam di Jakarta, Selasa (9/8/2022) Pemerintah memberikan apresiasi kepada Kapolri dan Jajarannya terkait kemajua
JawaPos.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) melakukan permintaan keterangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, terkait dugaan adanya aliran uang dari mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo ke anggota DPR RI. Dia mengaku diminta keterangan oleh MKD terkait dugaan rekayasa kasus Ferdy Sambo.
"MKD melaksanakan untuk mengumpulkan informasi apakah betul ada anggota DPR yang dihubungi oleh Pak Sambo dalam kasus ini. Klaraifikasinya minta informasinya dari saya, karena saya mengatakan Pak Sambo itu membuat prakondisi agar orang percaya bahwa terjadi tembak menembak dan yang menembak membunuh Bharada E," kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).
Mahfud tak memungkiri, Sambo sempat menghubungi sejumlah lembaga agar rekayasa kasus pembunuhan Brigadir Yosua, sesuai yang direncanakan. Mengingat, awal kasus ini muncul karena adanya dugaan baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Menghubungi Kompolnas, pemimpin redaksi sebuah TV besar, kemudian Komnas HAM, Anggota DPR, itu saya katakan di media," beber Mahfud.
Meski demikian, Mahfud tidak menjelaskan secara rinci sosok anggota DPR RI yang dihubungi Ferdy Sambo untuk memuluskan upaya rekaya pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
"Sekarang saya datang diundang untuk menyatakan bahwa saya tidak akan membicarakan nama orang yang diduga itu. Karena bukan tindak pidana," tegas Mahfud.
Selain Mahfud, MKD juga akan memanggil Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Teguh Santoso. Keterangan Mahfud dan Teguh penting untuk mendalami dugaan isu aliran uang Ferdy Sambo ke Anggota DPR.
Sebelumnya, Wakil Ketua MKD Habiburrokhaman mengatakan, pemanggilan terhadap Mahfud dan Sugeng berdasarkan keputusan yang diambil dari rapat pleno MKD DPR RI, pada Kamis (18/8). Sebab keduanya sempat berkomentar terkait dugaan keterlibatan DPR RI.
"Rapat Pimpinan dan Rapat Pleno MKD DPR RI pagi ini memutuskan untuk mengundang Ketua Indonesia Police Watch (IPW) dan Menkopolhukam Mahfud MD terkait kasus Ferdy Sambo," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Kamis (18/8) lalu.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan, pemanggilan terhadap Sugeng terkait pemberitaan yang mengaitkan dugaan aliran uanh Ferdy Sambo ke DPR RI. MKD DPR, kata Habiburrokhman, akan mendalami pernyataan Sugeng tersebut.
Sebab, Sugeng sempat menyatakan memiliki informasi aliran uang dari Ferdy Sambo ke sejumlah lembaga, terkait kasus kematian Brigadir J salah satunya DPR. Namun, Sugeng menyebut informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami baca di media online Pak Sugeng mengatakan ada informasi soal aliran dana ke DPR. Kami mau mendalami informasi yang dia maksud itu darimana. Karena jika hal tersebut benar, maka itu merupkan pelanggaran hukum dan etika DPR," ujar Habiburrokhman.
Sementara itu, Habiburrokhman juga menegaskan permintaan penjelasan dari Mahfud MD terkait pernyataannya atas skenario Sambo di kasus pembunuhan Brigadir J.
"Sementara Menkopolhukam/Ketua Kompolnas di media menyatakan Sambo rancang skenario dengan menghubungi Kompolnas hingga anggota DPR RI. Kami ingin mendapat informasi apakah ada anggota DPR yang terlibat merancang skenario yang dibuat Ferdy Sambo," pungkas Habiburrokhman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
