
SAJIAN ALAM: Selain siluet pucuk Candi Borobudur, pengunjung Punthuk Setumbu bisa menikmati sajian pemandangan indah dua gunung. Merapi dan Merbabu. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Magelang tengah ’’berevolusi’’ menjadi salah satu daerah wisata. Kini, ada banyak destinasi yang layak disinggahi. Salah satunya, Punthuk Setumbu di ketinggian 400 meter dari permukaan laut.
---
DESTINASI yang terletak di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, tersebut tidak sulit dijangkau. Jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari Candi Borobudur. Selain itu, untuk menuju ke sana, ada begitu banyak alternatif transportasi yang bisa dipilih.
Lazimnya berkunjung ke destinasi wisata di kawasan dataran tinggi, para wisatawan harus menyiapkan tenaga ekstra. Sebab, mereka harus melintasi jalan yang menanjak untuk bisa menuju Punthuk Setumbu.
Namun, jangan khawatir. Durasi perjalanannya relatif singkat. Hanya sekitar 17 menit. Jalur yang disediakan cukup representatif. Mayoritas berupa paving atau cor-coran semen. Rutenya juga tak rumit. Hanya agak menanjak serta sedikit licin.
Begitu tiba di puncak, traveler akan mendapat ’’imbalan’’ yang sepadan. Terutama ketika pengunjung datang pagi atau menjelang petang. Hamparan kabut bak lautan kapas seakan-akan memberikan sambutan selamat datang.
Seiring jarum jam bergerak, perlahan kabut-kabut itu menyingkir. Pengunjung akan mendapat sajian yang lebih wow. Dari kejauhan, pucuk stupa Borobudur yang ikonik mulai menampakkan diri. Atap Gereja Ayam juga tidak mau kalah ikut menunjukkan pesonanya kepada pengunjung Punthuk Setumbu.
Tak hanya itu, sajian suasana alam juga bakal menyapa para pengunjung. Riuhnya kicau burung hilir mudik di kedua telinga. Atau, saat menjelang petang, wisatawan bisa menyaksikan sang senja seakan-akan mengucapkan salam untuk menyambut datangnya malam.
Soal keamanan maupun kenyamanan, pengunjung tak usah khawatir. Sebab, kawasan Punthuk Setumbu sudah ditata dan dikelola. Di sepanjang tanjakan, sudah dilengkapi dengan pembatas besi yang bisa dipakai untuk pegangan.
Infrastruktur penunjang lain juga sudah tersedia hingga di kawasan puncak. Mulai toilet hingga musala. Bahkan, seluruh fasilitas tersebut telah memiliki sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). Sebab, seluruh fasilitas itu telah terjamin kualitas dan kebersihannya.
Deretan penjual suvenir juga berjejer rapi di sepanjang jalur pendakian. Mengajak wisatawan untuk membeli buah tangan bagi orang tersayang.
Tak sekadar menikmati keindahan panorama dan berswafoto di area infinity, ada cara lain yang bisa dilakukan wisatawan saat merasakan suasana alam di Punthuk Setumbu hingga malam. Yup, berkemah.
Pengelola telah menyiapkan area kamping di bawah Menoreh Hill. Namun, pengunjung harus menyiapkan semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan.
Selain itu, wisatawan yang berkemah wajib menaati aturan yang berlaku. Mulai dilarang meninggalkan sampah di puncak, patuh terhadap norma sosial, dan dilarang berkemah bersama lawan jenis. ’’Ini untuk meminimalkan aktivitas yang tidak diinginkan. Karena kalau malam, ya tidak ada siapa-siapa di atas,’’ ujar Kepala Dusun Kurahan Nuryazid.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
