Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juni 2022 | 04.15 WIB

Ke Punthuk Setumbu Magelang, Keindahan Borobudur dari Jarak 5 KM

SAJIAN ALAM: Selain siluet pucuk Candi Borobudur, pengunjung Punthuk Setumbu bisa menikmati sajian pemandangan indah dua gunung. Merapi dan Merbabu. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

SAJIAN ALAM: Selain siluet pucuk Candi Borobudur, pengunjung Punthuk Setumbu bisa menikmati sajian pemandangan indah dua gunung. Merapi dan Merbabu. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

Magelang tengah ’’berevolusi’’ menjadi salah satu daerah wisata. Kini, ada banyak destinasi yang layak disinggahi. Salah satunya, Punthuk Setumbu di ketinggian 400 meter dari permukaan laut.

---

DESTINASI yang terletak di Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, tersebut tidak sulit dijangkau. Jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari Candi Borobudur. Selain itu, untuk menuju ke sana, ada begitu banyak alternatif transportasi yang bisa dipilih.

Lazimnya berkunjung ke destinasi wisata di kawasan dataran tinggi, para wisatawan harus menyiapkan tenaga ekstra. Sebab, mereka harus melintasi jalan yang menanjak untuk bisa menuju Punthuk Setumbu.

Namun, jangan khawatir. Durasi perjalanannya relatif singkat. Hanya sekitar 17 menit. Jalur yang disediakan cukup representatif. Mayoritas berupa paving atau cor-coran semen. Rutenya juga tak rumit. Hanya agak menanjak serta sedikit licin.

Begitu tiba di puncak, traveler akan mendapat ’’imbalan’’ yang sepadan. Terutama ketika pengunjung datang pagi atau menjelang petang. Hamparan kabut bak lautan kapas seakan-akan memberikan sambutan selamat datang.

Seiring jarum jam bergerak, perlahan kabut-kabut itu menyingkir. Pengunjung akan mendapat sajian yang lebih wow. Dari kejauhan, pucuk stupa Borobudur yang ikonik mulai menampakkan diri. Atap Gereja Ayam juga tidak mau kalah ikut menunjukkan pesonanya kepada pengunjung Punthuk Setumbu.

Tak hanya itu, sajian suasana alam juga bakal menyapa para pengunjung. Riuhnya kicau burung hilir mudik di kedua telinga. Atau, saat menjelang petang, wisatawan bisa menyaksikan sang senja seakan-akan mengucapkan salam untuk menyambut datangnya malam.

Soal keamanan maupun kenyamanan, pengunjung tak usah khawatir. Sebab, kawasan Punthuk Setumbu sudah ditata dan dikelola. Di sepanjang tanjakan, sudah dilengkapi dengan pembatas besi yang bisa dipakai untuk pegangan.

Infrastruktur penunjang lain juga sudah tersedia hingga di kawasan puncak. Mulai toilet hingga musala. Bahkan, seluruh fasilitas tersebut telah memiliki sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). Sebab, seluruh fasilitas itu telah terjamin kualitas dan kebersihannya.

Deretan penjual suvenir juga berjejer rapi di sepanjang jalur pendakian. Mengajak wisatawan untuk membeli buah tangan bagi orang tersayang.

Tak sekadar menikmati keindahan panorama dan berswafoto di area infinity, ada cara lain yang bisa dilakukan wisatawan saat merasakan suasana alam di Punthuk Setumbu hingga malam. Yup, berkemah.

Pengelola telah menyiapkan area kamping di bawah Menoreh Hill. Namun, pengunjung harus menyiapkan semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan.

Selain itu, wisatawan yang berkemah wajib menaati aturan yang berlaku. Mulai dilarang meninggalkan sampah di puncak, patuh terhadap norma sosial, dan dilarang berkemah bersama lawan jenis. ’’Ini untuk meminimalkan aktivitas yang tidak diinginkan. Karena kalau malam, ya tidak ada siapa-siapa di atas,’’ ujar Kepala Dusun Kurahan Nuryazid.

Mendunia berkat Jepretan Fotografer


SEBELUM berubah menjadi objek wisata, dulunya Punthuk Setumbu hanyalah kawasan yang dimanfaatkan warga di dusun tersebut untuk berladang dan beternak. ’’Lalu, pada 2006, warga dusun menggelar sedekah bumi sekaligus mengenalkan Punthuk Setumbu,’’ ujar Kepala Dusun Nuryazid.

Dari situ, usaha untuk mengenalkan Punthuk Setumbu digencarkan. Sampai akhirnya, momen yang membuat destinasi tersebut makin terkenal tiba. Pada 2009, ada seorang fotografer berdecak kagum ketika di puncak. Saat mendapati momen matahari terbit disertai kabut, sang fotografer langsung memotret stupa Candi Borobudur yang terlihat di kejauhan. ’’Dari situlah, Punthuk Setumbu mulai menjadi primadona,’’ katanya.

Pada 2012, sebuah kompetisi foto tingkat internasional dihelat. Banyak peserta asing yang menyerbu Punthuk Setumbu. Termasuk peserta mancanegara. ’’Kala itu masyarakat sekitar membantu membawakan perlengkapan kamera yang superberat dari bawah menuju puncak,’’ katanya.

Momen itu pula yang membuat masyarakat di kawasan Punthuk Setumbu berbenah. Manajemen wisata ditata secara profesional. Masyarakat sekitar ikut dikolaborasikan. Kini, manfaatnya sudah bisa dirasakan.

Destinasi itu tak hanya digemari wisatawan lokal. Pelancong mancanegara juga dibuat penasaran dengan keindahan Punthuk Setumbu. Salah satunya adalah Theresia. Wisatawan asal Amsterdam, Belanda, itu rela berangkat dini hari demi bisa mengambil momen sunrise. Bersama rombongan, dia tiba di puncak pukul 05.11. ’’Saya ingin melihat pucuk stupa candi seperti di internet,” tuturnya.

Punthuk Setumbu kini telah menjadi salah satu destinasi yang menandai ’’evolusi’’ Magelang menjadi daerah wisata. Saat ini ada sekitar 20 desa wisata yang disiapkan di sekitar Borobudur. ’’Semua desa wisata memang punya potensi dan karakter masing-masing,” ujar Ketua Forum Daya Tarik Wisata (DTW) Magelang Edward Alvin.

Menurut dia, kehadiran puluhan desa wisata itu bisa menambah opsi destinasi bagi wisatawan ketika berkunjung ke Magelang. Dengan demikian, fokus wisatawan bukan hanya ke Borobudur.

SISI LAIN

- Jam operasional dimulai pukul 04.00 hingga 17.00 WIB.

- Semua fasilitas memiliki sertifikat CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability).

- Setiap pengunjung dikenai tarif Rp 20 ribu per orang. Sementara itu, wisatawan yang berkemah dikenai Rp 40 ribu per orang.

- Kawasan Punthuk Setumbu pernah menjadi lokasi syuting film Ada Apa dengan Cinta 2.

- Pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lain yang tak jauh dari Punthuk Setumbu. Sebagaimana Gereja Ayam di Kembanglimus.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore