Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juni 2022 | 05.03 WIB

Presiden Bilang Pemerintah Bagikan 5 Juta Hektare Tanah Sosial

Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat usai menghadiri syukuran hasil bumi para petani di Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Kutnadi/Antara - Image

Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat usai menghadiri syukuran hasil bumi para petani di Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Kutnadi/Antara

JawaPos.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, pemerintah selama lima tahun sudah membagikan lebih dari lima juta hektare tanah sosial kepada para petani. Di antaranya 324 hektare berada di Pulau Jawa.

”Seperti yang sudah saya sampaikan yang dibagi bukan hanya yang gede-gede saja, ini yang gede dibagi 100 ribu hektare, 10 ribu hektare dibagi, 25 hektare, tapi yang kecil juga membutuhkan lahan yang jelas kepemilikannya agar tidak ramai,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari Antara di Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/7).

Menurut dia, dengan memiliki lahan yang memiliki surat keputusan perhutanan sosial, rakyat dapat mengakses lahan.

”Tanpa itu, bagaimana rakyat akan berproduksi, siapa yang akan berproduksi, benar nggak. Oleh sebab itu, yang namanya lahan perhutanan sosial ini penting dalam rangka membuka usaha hak para petani dan rakyat,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, masih ada kekurangan dalam pemanfaatan lahan perhutanan sosial. Yakni pendampingan baik sarana maupun manajemen.

Untuk mengatasi kekurangan yang dihadapi para petani, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir mencatat karena menteri pertanian tidak hadir dalam acara syukuran itu.

”Di sini juga ada Gubernur Jawa Tengah, saya minta petani pertanahan sosial ini diperhatikan sarana maupun prasarananya,” ucap Presiden Jokowi.

Demikian pula kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya yang akan memberikan SK (Surat Keputusan), presiden meminta, agar melakukan percepatan dalam rangka retribusi lahan maupun SK-nya.

”Bu Siti, saya mohon didengarkan beliau (para petani) ini,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menjelaskan, saat ini situasi masih sulit karena Indonesia baru terkena pandemi selama dua tahun. Hal itu terjadi juga di 220 negara.

”Pandemi baru akan pulih, kemudian muncul persoalan kedua yaitu perang di Ukraina. Apa yang terjadi sekarang ini banyak sekali negara yang sudah mulai kekurangan pangan, mulai kehabisan bahan pangan, inilah berkah yang harus kita ambil karena harga pangan naik (di negara lain) sehingga jangan sampai ada lahan terlantar, semuanya harus berproduktif,” papar Presiden Jokowi.

Presiden mengajak para petani menanam yang menghasilkan bahan pangan pokok seperti padi, jagung, ketela, dan porang. ”Silakan tanam padi, mau ditanami jagung silakan, mau porang silakan, karena negara lain membutuhkan. Ini ada peluang untuk para petani,” terang Presiden Jokowi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore