
Presiden Joko Widodo menyapa masyarakat usai menghadiri syukuran hasil bumi para petani di Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Kutnadi/Antara
JawaPos.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, pemerintah selama lima tahun sudah membagikan lebih dari lima juta hektare tanah sosial kepada para petani. Di antaranya 324 hektare berada di Pulau Jawa.
”Seperti yang sudah saya sampaikan yang dibagi bukan hanya yang gede-gede saja, ini yang gede dibagi 100 ribu hektare, 10 ribu hektare dibagi, 25 hektare, tapi yang kecil juga membutuhkan lahan yang jelas kepemilikannya agar tidak ramai,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir dari Antara di Desa Tumbrep, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/7).
Menurut dia, dengan memiliki lahan yang memiliki surat keputusan perhutanan sosial, rakyat dapat mengakses lahan.
”Tanpa itu, bagaimana rakyat akan berproduksi, siapa yang akan berproduksi, benar nggak. Oleh sebab itu, yang namanya lahan perhutanan sosial ini penting dalam rangka membuka usaha hak para petani dan rakyat,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden mengatakan, masih ada kekurangan dalam pemanfaatan lahan perhutanan sosial. Yakni pendampingan baik sarana maupun manajemen.
Untuk mengatasi kekurangan yang dihadapi para petani, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir mencatat karena menteri pertanian tidak hadir dalam acara syukuran itu.
”Di sini juga ada Gubernur Jawa Tengah, saya minta petani pertanahan sosial ini diperhatikan sarana maupun prasarananya,” ucap Presiden Jokowi.
Demikian pula kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya yang akan memberikan SK (Surat Keputusan), presiden meminta, agar melakukan percepatan dalam rangka retribusi lahan maupun SK-nya.
”Bu Siti, saya mohon didengarkan beliau (para petani) ini,” tutur Presiden Jokowi.
Presiden menjelaskan, saat ini situasi masih sulit karena Indonesia baru terkena pandemi selama dua tahun. Hal itu terjadi juga di 220 negara.
”Pandemi baru akan pulih, kemudian muncul persoalan kedua yaitu perang di Ukraina. Apa yang terjadi sekarang ini banyak sekali negara yang sudah mulai kekurangan pangan, mulai kehabisan bahan pangan, inilah berkah yang harus kita ambil karena harga pangan naik (di negara lain) sehingga jangan sampai ada lahan terlantar, semuanya harus berproduktif,” papar Presiden Jokowi.
Presiden mengajak para petani menanam yang menghasilkan bahan pangan pokok seperti padi, jagung, ketela, dan porang. ”Silakan tanam padi, mau ditanami jagung silakan, mau porang silakan, karena negara lain membutuhkan. Ini ada peluang untuk para petani,” terang Presiden Jokowi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
