Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Mei 2022 | 05.40 WIB

Butuh Bantuan, Biaya Pengobatan Daood Debu masih Kurang Rp 800 Juta

TERLUKA, TAPI STABIL: Daood Abdullah Al Daood dibawa keluar dari IGD RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, untuk dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, kemarin (18/4). (JAWA POS RADAR BROMO) - Image

TERLUKA, TAPI STABIL: Daood Abdullah Al Daood dibawa keluar dari IGD RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, untuk dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, kemarin (18/4). (JAWA POS RADAR BROMO)

JawaPos.com - Musisi Daood Abdullah atau akrab disapa Daood Debu, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya usai mengalami kecelakaan di KM 837.200 Tol Pasuruan- Probolinggo (Paspro), Probolinggo, Jawa Timur, Senin (18/4).

Selama kurang lebih satu bulan menjalani perawatan intensif di rumah sakit, pengobatan Daood Debu telah menelan biaya yang sangat besar. Menurut Saleem, sang kakak, biaya pengobatan Daood masih kurang banyak.

"Yang dibutuhkan Rp 800 juta lebih dan kata dokter masih ada satu minggu atau dua minggu lagi di rumah sakit," kata Saleem saat ditemui di bilangan Tendean Jakarta Selatan, Jumat (20/5).

Daood membutuhkan biaya besar, keluarga berharap bantuan dari masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bagi mereka yang memiliki kemampuan secara finansial bisa membantu dengan dana. Tapi bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan dalam hal materi, bisa tetap membantu dengan doa.

Biaya pengobatan Daood Debu ditanggung sendiri tanpa menggunakan jasa asuransi. Menurut Saleem, di keluarganya nyaris tidak ada yang menggunakan asuransi. Namun dengan adanya kejadian ini, menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk menggunakan jasa asuransi ke depannya. "Saya mengajak orang yang punya hati nurani untuk bisa membantu apapun bentuknya," tuturnya.

Saleem menyatakan, Daood juga merasa galau dengan biaya pengobatan yang harus ditanggung karena angkanya sangat besar. Supaya tidak banyak pikiran, Saleem meyakinkan sang adik kalau biaya pengobatannya akan didapatkan dengan gampang. "Saya bilang, kamu nggak usah pikirin, semua akan ter-cover, padahal saya juga tidak tahu dari mana.  Sudah ada bantuan dari teman terdekat," akunya.

Sejauh ini Daood sudah menjalani 5 kali operasi besar untuk menyambung kembali sejumlah tulang yang patah, terutama pada bagian kaki. Selain itu, Daood juga melakukan fisioterapi setiap hari.

Kondisi Daood saat ini sudah mulai belajar berdiri dan dalam proses tahapan recovery. Menurut dokter yang menangani, proses pemulihannya perlu waktu minimal 6 bulan ke depan.

Sebelumnya, mobil Toyota Vellfire bernopol L 1055 DL yang ditumpangi rombongan Daood Debu menabrak truk yang ada di depannya di KM 837.200 Tol Pasuruan- Probolinggo (Paspro), Probolinggo, Jawa Timur, Senin (18/4) sekitar pukul 00.10 WIB.

Akibat kejadiaan itu, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Masing masing bernama Firdaus dan Al Haddad Amal Sheikh Aidaros. Sementara kondisi mobilnya mengalami kerusakan parah pada bagian depan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore