
Metin polisi Turki berusia 38 tahun di kawasan timur Anatolia dijatuhi hukuman skors dari tempatnya bekerja karena ia seorang gay. Ia bertutur, tidak percaya apa yang menimpanya
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengingatkan publik figur untuk tidak salah langkah dalam menyikapi kebebasan berekspresi. Pernyataan ini menanggapi konten Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di podcast yang menuai polemik.
"Kasus tersebarluasnya konten yang dianggap publik mengampanyekan mengenai isu LGBT meresahkan publik. Saya menyoroti mengenai kebebasan yang ada batasnya, bukan kebebasan liberal ala barat," kata Sukamta dalam keterangannya, Rabu (11/5).
Dia mengungkapkan, tokoh masyarakat, publik figur dan masyarakat umum hendaknya menyadari kebebasan berekspresi yang dilindungi UUD 1945 memiliki batasan norma agama, sosial masyarakat dan hukum. Sehingga tidak bebas sebebasnya tanpa batas ketika berekspresi di ruang publik.
"Isu LBGT ini sensitif, alih-alih memberikan edukasi mengenai LGBT, konten yang dibagikan Deddy secara luas kepada masyarakat dianggap jadi kampanye yang mendukung LGBT," cetus Sukamta.
Sukamta menegaskan bahwa LGBT adalah penyakit, maka seharusnya orang yang mengidap LGBT diobati bukan dipublikasikan kepada masyarakat.
Dia menduga, penularan dimulai dengan preferensi pembenaran kemudian merembet ke keinginan untuk merealisasikan.
"Panggung publik yang tersebar luas di media sosial akan membuat lahirnya preferensi pembenaran tentang LGBT. Sehingga untuk menghentikan penyebarluasan jangan sampai LGBT diberikan panggung," ucap Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, stake holder terkait juga harus memonitor tayangan-tayangan serupa. Jangan sampai, platform besar seperti YouTube digunakan untuk kampanye penyimpangan. Namun dia mengapreasi sikap Deddy Corbuzier yang menghapus konten tersebut.
"Kini konten Deddy Corbuzier telah diturunkan dari kanal YouTube setelah menjadi sorotan pasca mengundang pasangan Gay Ragil dan Fred," pungkas Sukamta.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
