
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media di Kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Gedung KPK lama, Kuningan, Jakarta, Senin (17/5/2021). Novel Baswedan bersama perwakilan 75 pegawai KPK yang dinonaktifk
JawaPos.com - Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Memanggil 57 plus Institute (IM57+ Institute), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan pakar, melakukan eksaminasi soal putusan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
Adapun eksaminasi adalah pengujian atau pemeriksaan terhadap putusan pengadilan atau hakim. Eksaminasi sering disebut dengan legal annotation, yaitu pemberian catatan-catatan hukum terhadap putusan pengadilan maupun dakwaan jaksa.
Menanggapi hal tersebut, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengapresiasi eksaminasi yang dilakukan oleh koalisi masyarakat sipil tersebut.
"Memang ini bukan masalah tentang diri saya, tapi setidak-tidaknya ketika memandang permasalahan ini sebagai serius, tentunya sepakat ini bahwa kompromi atau memaklumi setiap kekerasan yang dilakukan dan itu harus diproses dengan proses yang sebenar-benarnya," ujar Novel dalam jumpa pers secara virtual, Selasa (19/4).
Novel Baswedan mengatakan, sedari awal pengungkapan penyiraman cairan kimia yang ia alami tersebut bukan merupakan tujuan utama dari penegakan hukum. Sehingga diharapkan, adanya eksaminasi ini bisa mengungkap kasus yang ia alami ini menjadi terang benderang.
"Tentunya dengan ada eksaminasi ini kita semua atau saya berharap membawa permasalahan-permasalahan ini ke ruang yang lebih terang. Sehingga apapun yang dilakukan seperti manipulasi itu bisa menjadi lebih terlihat," katanya.
Adanya eksaminasi ini juga menjadi pembelajaran bagi negara dan penegak hukum agar pengungkapan perkara dilakukan dengan seterang-terangnya, jangan ada hal-hal yang sengaja ditutupi.
"Tentu ini menjadi pembelajaran bagi negara, pemerintah, penegak hukum bahwa upaya penegakan hukum dilakukan dengan sebaik-baiknya terhadap aparatur yang bekerja untuk kepentingan negara," ungkapnya.
Novel mengaku sedari awal sudah memaafkan pelaku penyiraman cairan kimia terhadap dirinya, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Namun dia tidak ingin memaklumi cara-cara kekerasan untuk membungkam seseorang.
"Karena kalau itu dibiarkan saya seperti sedang mengizinkan pelaku-pelaku melakukan hal-hal serupa kepada orang lain lagi. Itu tentunya hal yang sangat berbahaya," tegasnya.
Adapun Novel Baswedan disiram air keras pada 11 April 2017 silam. Kejadian itu terjadi setelah Novel menunaikan Salat Subuh di Masjid Al Ihsan, yang tidak jauh dari rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyerangan tersebut, mata kiri Novel Baswedan mengalami buta permanen.
Terkait pengusutan kasusnya, pada 16 Juli 2021 lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis terhadap dua penyerang Novel Baswedan, masing-masing 2 tahun penjara untuk Rahmat Kadir dan Ronny Bugis 1 tahun 6 bulan penjara.
Dalam putusan, keduanya dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 353 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yaitu satu tahun penjara.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
