
JALUR BEDAH: Tindakan operasi untuk pasien Parkinson di National Hospital Surabaya dijalani dalam kondisi pasien sadar (awake surgery) dengan memainkan alat musik keyboard. (National Hospital untuk Jawa Pos)
Pada 11 April setiap tahun, dunia merayakan World Parkinson Day. Hari bersama membangun kepedulian dan semangat kepada penderita Parkinson.
---
PARKINSON tak mengenal latar belakang seseorang. Siapa saja bisa ’’ditamuinya’’. Pada 24 tahun yang lalu, aktor Hollywood Michael J. Fox menyatakan secara terbuka bahwa dirinya mengidap Parkinson. Pengisi suara film Little Stuart itu menyebutkan bahwa dia didiagnosis Parkinson sejak 7 tahun sebelum pengakuan publiknya. Saat itu usianya 29 tahun.
Dr dr Achmad Fahmi SpBS (K) FINPS menjelaskan, penyebab dari Parkinson sebetulnya belum diketahui secara pasti. Namun, secara mekanisme, Parkinson disebabkan adanya kerusakan sel saraf pada otak yang berfungsi sebagai tempat produksi dopamin. Biasanya yang mengalami kerusakan adalah sel saraf yang disebut substantia nigra pada otak.
Gejala awal yang sering kali muncul pada Parkinson adalah tremor atau muncul getaran ringan tanpa disadari pada satu sisi bagian tubuh. Bisa di tangan atau kaki, rigidity atau kekakuan, akinesia atau kelambatan gerakan dalam melakukan sesuatu seperti lambat saat mengancingkan baju, serta postural instability atau gangguan keseimbangan. Gejala-gejala tersebut biasa disingkat menjadi TRAP.
Fahmi menyatakan, Parkinson tidak berhubungan secara langsung dengan demensia dan hipertensi. Namun, lanjut dokter yang berpraktik di National Hospital itu, bisa saja pasien yang mengalami Parkinson bakal berpengaruh kepada psikis pasien. Dan, tekanan darah pasien meningkat akibat dari kecemasan penyakit yang dideritanya.
Ada lima stadium (grade) dalam Parkinson. Grade 1, muncul gejala seperti tremor ringan pada satu sisi tubuh. Grade 2, muncul gejala seperti tremor di kedua sisi tubuh. Grade 3, muncul gejala lain seperti kekakuan dan kelambatan serta mulai muncul gangguan keseimbangan.
Kemudian, pada grade 4, pasien tidak bisa melakukan aktivitas secara mandiri, membutuhkan bantuan orang sekitar untuk beraktivitas. Dan, grade 5, gejala sangat berat, bahkan tidak mampu atau sulit berdiri. Di dalam grade 5, pasien akan terjatuh saat mencoba berdiri hingga muncul gejala lain dari Parkinson seperti halusinasi.
Dokter kelahiran Malang itu mengungkapkan, ada beberapa penelitian di luar yang menunjukkan bahwa pria 1,5 kali lebih berisiko mengalami Parkinson daripada wanita. Rata-rata usia penderita Parkinson di atas 50 tahun atau rentang usia 60–65 tahun. ’’Pasien Parkinson usia muda sangat jarang sekali, tapi ada. Pasien pernah berkunjung ke National Hospital dengan diagnosis Parkinson termuda di usia 30 tahun,” paparnya.
Bagaimana cara penanganan Parkinson? Selain menggunakan obat, pasien Parkinson bisa menempuh jalur bedah. Ada dua metode operasi Parkinson. Pertama, deep brain stimulation (DBS).
Fahmi menuturkan, mekanisme DBS dilakukan dengan memasang alat implan berupa DBS ke tubuh pasien. Kemudian, DBS akan bekerja dengan menstimulasi otak secara terus-menerus. ’’Mungkin bisa disamakan dengan alat pacu jantung. Tetapi, DBS distimulasikan ke otak, bukan jantung,’’ imbuh Fahmi.
Kemudian, metode stereotactic brain lesion (SBL) dilakukan dengan tindakan operasi yang memberikan stimulasi dan lesioning pada sel saraf otak yang mengakibatkan munculnya gejala dari Parkinson. Pada SBL, tidak ada alat yang diimplan ke tubuh pasien. Ditambahkan Fahmi, prosedur operasi bisa dilakukan saat pasien berada di grade 3. ”Tetapi kalau sudah grade 5 sudah tidak bisa dilakukan operasi,” ujarnya.
Pasien Parkinson perlu diberi dukungan penuh. Positif dan happy harus diciptakan dalam lingkungan sekitar. Fahmi mencontohkan pasien Parkinson ketika ada di bandara. Pasien harus diberi ruang bergerak yang luas. Tidak bisa tergesa-gesa. Ketika tergesa-gesa, tubuhnya bakal berhenti.
TIPS MENDAMPINGI PASIEN PARKINSON
1. Pastikan pasien mengonsumsi obat-obatan secara teratur sesuai jadwal yang sudah diberikan dokter.
2. Selalu dampingi pasien dan usahakan agar pasien tidak terjatuh akibat dari kekakuan pada tubuhnya.
3. Selalu ajak pasien untuk positive thinking dan always happy. Sebab, pikiran yang positif dari pasien sangat membantu, selain dengan obat-obatan.
4. Tetap ajak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar agar tidak menarik diri dari lingkungan sosial.
LIMA GRADE DALAM PARKINSON
Grade 1 : Tremor ringan pada satu sisi tubuh
Grade 2 : Tremor di kedua sisi tubuh
Grade 3 : Ada tremor yang diikuti kekakuan dan kelambatan, serta mulai muncul gangguan keseimbangan
Grade 4 : Pasien tak bisa melakukan aktivitas secara mandiri, memerlukan bantuan orang sekitar untuk beraktivitas
Grade 5 : Gejala sangat berat, bahkan tidak mampu atau sulit berdiri. Pasien akan terjatuh saat mencoba berdiri hingga muncul gejala lain seperti halusinasi.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
