Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Februari 2022 | 04.50 WIB

Pengeluaran Pesawat Secara Paksa, Susi Air Alami Kerugian Rp 8,9 M

PERINTAH ATASAN: Petugas Satpol PP Malinau mengeksekusi tiga pesawat Susi Air dari hanggar milik Pemkab Malinau di Bandara Robert Atty Bessing, Malinau, Rabu (2/2)  Hadi Aris Iskandar/Radar Tarakan - Image

PERINTAH ATASAN: Petugas Satpol PP Malinau mengeksekusi tiga pesawat Susi Air dari hanggar milik Pemkab Malinau di Bandara Robert Atty Bessing, Malinau, Rabu (2/2) Hadi Aris Iskandar/Radar Tarakan

JawaPos.com - Pesawat Susi Air mengaku mengalami kerugian hingga Rp 8,9 miliar akibat pengeluaran paksa tiga pesawat dari hanggar bandara Malinau Kalimantan Utara beberapa waktu lalu. Besarnya kerugian tersebut lantaran hanggar Malinau merupakan tempat perawatan pesawat.

Kuasa Hukum Susi Air Donal Fariz menjelaskan, hanggar tersebut merupakan tempat persiapan kondisi pesawat Susi Air sebelum beroperasi atau melakukan pelayanan. Sehingga, maintenance tidak dapat dilakukan di tempat sembarangan demi keselamatan.

“Kami hitung total Rp 8,9 miliar secara hitungan dari bagian operasional atas kejadian kemarin," kata Donal dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/2).

Donal menyebut, dampak yang alami dari pengusiran hanggar tersebut mengakibatkan layanan operasional pesawat menjadi terganggu setidaknya selama satu hingga dua pekan. Kerugian lainnya juga berupa SDM dalam hal ini pembayaran lebih untuk pilot, sewa untuk membawa suku cadang perawatan melalui pesawat, penggantian bagian karavan dan sebagainya.

Sementara, pemilik pesawat Susi Air Susi Pudjiastuti mengatakan, terganggunya sistem perawatan pesawat bukan hal yang mudah mengkondisikan kualitas pelayanan berjalan normal. "Semoga Susi Air tidak harus mengorbankan keselamatan, tidak harus mengorbankan pembatalan penerbangan. Tetapi mungkin gangguan schedule pasti,” ucapnya.

Susi sangat menyayangkan keputusan pemerintah daerah karena selama ini pihaknya telah membantu konektivitas perbatasan seperti sabak raya, lok bawa, lok apung yang jika menggunakan speedboat memakan waktu 8 jam.

“Kita di sana sudah dari 2007-2008. That's long time ago, sudah lama dan masyarakat sudah terbiasa dengan Susi Air," pungkasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore