
Suharso Manoarfa saat ditetapkan sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PPP, Sabtu (16/3) HENDRA EKA/JAWA POS
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa turut dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10). Dalam pertemuan itu, Suharso mengaku diajak Presiden Jokowi ngobrol banyak seputar ekonomi dan ketenagakerjaan.
Presiden Jokowi juga disebutnya meminta dirinya untuk menyiapkan road map kerja. Setelah itu dipresentasikan dalam sidang kabinet perdana, sehingga gambarannya jelas.
"Selebihnya membicarakan tentang ekonomi secara umum, keadaan ekonomi global dan tentang ketenagakerjaan, industri, dan tentang riset teknologi, inovasi, dan lainnya," beber Suharso.
Meski begitu, Suharso belum menegaskan posisi kementerian mana yang akan didudukinya. Dia menyerahkan kepada Presiden Jokowi untuk mengumumkannya secara resmi pada Rabu (23/10).
Sementara itu, terkait posisi dia di partai sebagai Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) apabila dibolehkan, dia ingin tetap menjabatnya. "Kata Presiden tidak apa-apa," tegas Suharso.
Dalam kesempatan berbicara dengan pewarta, Suharso sempat mengomentari masuknya Gerindra dalam kabinet. Menurut dia, itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Dan dibuat atas pertimbangan politik yang matang.
"Itu keptusan politik dan satu hal, pertandingan sudah selesai, pertandingan sudah usai yang berhadapan pemerintah dan DPR," pungkas Suharso.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
