
Perhutani dan Pertamina NRE melalukan penandatanganan head of agreement (HoA) untuk pengembangan proyek NBS di Sentul Eco Edu Tourism Forest, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). (ANTARA/HO-Perhutani)
JawaPos.com - Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perhutani) bersama Pertamina NRE mengembangkan proyek Natured Based Solution (NBS) melalui skema pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Direktur Operasi Perhutani Natalas Anis Harjanto mengklaim proyek itu mampu menghasilkan kredit karbon sebanyak 11,6 juta ton per tahun dengan mengintensifkan pelestarian hutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan.
"Selain menekan laju deforestasi, tujuan kerja sama tersebut adalah memperluas tutupan lahan yang akan meningkatkan kemampuan kawasan hutan untuk menyerap emisi gas rumah kaca," kata Natalas di Jakarta, Rabu (22/6).
Pada 20 Juni 2022, kedua perusahaan pelat merah itu telah melalukan penandatanganan head of agreement (HoA) terkait pengembangan proyek NBS di Sentul Eco Edu Tourism Forest, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sebelumnya, kerja sama itu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Desember 2021 lalu, kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian pengerjaan pra-feasibility study (FS) pada bulan Februari-Mei 2022.
Setelah itu dilanjutkan audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 7 Juni 2022, serta konsultasi regulasi melalui focus group discussion dengan KLHK pada 15 Juni 2022 lalu. Dalam proyek NBS tersebut, Perhutani beserta anak perusahaannya berperan sebagai penyedia lahan. Sedangkan, Pertamina NRE bertugas sebagai pengelola bisnis.
Natalas mengungkapkan sudah mengidentifikasi sembilan calon lokasi di wilayah kawasan hutan milik grup Perhutani yang akan menjadi objek dan lokasi dari proyek tersebut. Sebanyak sembilan lokasi itu akan dilakukan studi kelayakan untuk mengetahui kelayakan proyek khususnya terkait dampak terhadap lingkungan, serta sisi finansial maupun operasional.
Berdasarkan hasil pra studi kelayakan, lanjut Natalas, melalui skema bisnis yang tepat, proyek NBS itu akan mampu menjadi bisnis baru yang memberikan nilai tambah bagi Perhutani maupun Pertamina NRE.
Selain mengurangi efek gas rumah kaca, proyek NBS juga bertujuan mempercepat pencapaian target Nationally Determined Contribution Indonesia pada 2030 dan visi netralitas karbon pada 2060 di lingkungan Kementerian BUMN.
"Proyek itu bertujuan untuk mengintensifkan kegiatan pelestarian hutan guna mengurangi pelepasan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan serta memberikan dampak positif bagi penyerapan emisi karbon dan keanekaragaman lingkungan," kata Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury.
Proyek NBS merupakan salah satu solusi yang mengacu pada pengelolaan dan optimasi sumber daya alam yang berkelanjutan melalui rekonfigurasi pengelolaan.
Pahala juga menyampaikan bahwa pembentukan perusahaan NBS dan kerja sama antara Perhutani dan Pertamina NRE merupakan satu dari inisiatif strategis Kementerian BUMN untuk mendukung dekarbonisasi.
"Dengan adanya NBS, kita berharap bisa menjaga lingkungan di sekitar BUMN mendorong adanya energi baru terbarukan yang berkaitan dengan sektor energi mengingat sebagai salah satu penghasil emisi terbesar," ungkap Pahala.
Perhutani berkomitmen untuk melaksanakan sejumlah upaya dekarbonisasi, di antaranya menekan atau mengurangi kerusakan hutan dan meningkatkan rehabilitasi lahan, menekan kebakaran hutan, mengganti penggunaan marine fuel oil menjadi compressed nature gas pada industri hasil hutan. Tak hanya itu, perseroan juga mengurangi penggunaan pupuk anorganik di bidang tanaman. (*)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
