
DIPERCANTIK: Masjid Istiqlal Jakarta pascarenovasi pada Rabu pekan lalu (22/7). Renvasi yang dilakukan antara lain mencakup penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, menchanical electrical plumbing, dan pekerjaan interior. (MIFTAHULHAYAT
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan 15 imam masjid asal Indonesia untuk bertugas di masjid-masjid di Uni Emirat Arab (UEA). 15 imam ini diberangkatkan dalam rangka mempererat hubungan kedua negara.
"Ini bukti keseriusan Kemenag untuk menjalankan amanah Presiden terkait hubungan dua negara. Meski sempat terkendala pandemi Covid-19, alhamdulillah 15 imam asal Indonesia bisa diberangkatkan," ungkap Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Senin (1/11).
Ia menambahkan, imam masjid asal Indonesia merupakan permintaan khusus Putra Mahkota UEA, Syeikh Zayed kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini juga merupakan bukti baiknya hubungan dua negara.
"Umat Islam Indonesia memiliki karakter moderat. Baik dalam pemahaman maupun sikap keberagamaan. Hal ini menjadi daya tarik selain kemampuan dalam menghafal, bagusnya suara, tepatnya tajwid, dan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris," tambahnya.
Adapun, Koordinator Keberangkatan Imam ke UEA, Udin Saefuddin menjelaskan jumlah imam yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi awal tahun 2021. "Imam yang diberangkatkan malam ini merupakan hasil seleksi bulan Maret 2021 oleh Otoritas UEA. 28 imam lulus, mengundurkan diri 1 orang, meninggal dunia 1 orang, 3 orang tidak lulus medical check up (MCU)," ujar Udin.
Dari 23 imam tersisa, hanya 15 orang yang bisa diberangkatkan. Sebanyak 8 imam terkendala persoalan administrasi. "Target Kemenag yang 8 imam akan menyusul di pertengahan November, insyaallah," tambah Udin.
"Kami menerima info, WNI di Abu Dhabi menyambut dengan antusias. Setelah istirahat di Kedubes Indonesia di Abu Dhabi, mereka akan langsung ditugaskan di Rosul Khoimah, Fujairah, dan Dafrah," pungkas dia.
Adapun 15 Imam Asal Indonesia yang diberangkatkan ke UEA antara lain:
1. Caniba Rustian Sholeh (Banten)
2. Ahmad Syawqibik Nasrullah Syahroni (Jawa Barat)
3. Sunarto Sukirno Sholeh (Jawa Timur)
4. Muhammad Azwar Azis (Papua Barat)
5. Madgani Sobi Dalab (Kalimantan Utara)
6. Aulia Rachman Albaab (Banten)
7. Arif Muhammad Tono (Daerah Istimewa Yogyakarta)
8. Al-Rizhal Tisma Wahid Maulana (Jawa Timur)
9. Ujang Saepul Akbar (Jawa Barat)
10. Wildan Syukrillah Afif (Banten)
11. Taufik Hidayat Muhamad Yusup (Daerah Istimewa Yogyakarta)
12. Salman Farisi Khamid Hidayat (Kalimantan Selatan)
13. Ahmad Dzaky Mufakkir (Banten)
14. Nisfu Rinaldi Bin Rizal Haris (Riau)
15. Agusri Bin Syamsuddin Ahmad (Aceh)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
