
Ilustrasi dua orang tenaga kesehatan beristirahat saat menunggu pasien di ruang isolasi Covid-19. Adeng Bustomi/Antara
JawaPos.com - Para tenaga kesehatan hingga kini masih berjibaku menjadi garda terdepan melawan pandemi Covid-19 di tanah air. Namun dalam menjalankan pekerjaanya ada para tenaga kesehatan yang mendapatkan kekerasan fisik dari masyarakat.
Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Hanif Fadillah mengatakan kekerasan yang dialami oleh para tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian oleh pemerintah. Sebab mereka hanyalah menjalankan tugasnya.
"Itu yang paling mengemuka perhatian terhadap perlindungan dari pemerintah. Perlindungan dari sisi keselamatan terhadap pelayanan dari infeksi dari terpapar dan lain sebagainya juga perlindungan yang akhir-akhir ini muncul terhadap kekerasan. Yang dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat kepada perawat," ujar Hanif dalam diskusi virtual di Jakarta, Sabtu (21/8).
Hanif mendapatkan dari informasi yang ia dapatkan sudah ada belasan perawat yang mengalami kekerasan fisik dari masyarakat saat menjalankan tugasnya. Namun kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) termasuk para tokoh juga belum memberikan perhatiannya.
"Nah bagaimana untuk menghargai tenaga kesehatan pada umumnya untuk mengurangi kekerasan. Jadi menurut saya suatu pernyataan yang adem perlu disampaikan. Tapi sampai hari ini belum ada, ada pun tokoh-tokoh politik ya," katanya.
Selain itu masalah lain adalah banyak tenaga kesehatan yang belum mendapatkan insentif dari pemerintah. Padahal mereka telah berjuang dalam penanganan Covid-19 di tanah air.
"Jadi saya pikir negara dalam hal ini pemerintah belum pernah menyampaikan respons itu. Di samping insentif dan lain sebagainya. Itu saya kira yang jadi isu utama dalam konteks ini," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
