Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juli 2021 | 20.19 WIB

PDIP Nilai Kritik BEM Unnes Fitnah, JPPI: Kemunduran Berdemokrasi!

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membentangkan spanduk saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/10/2020).  Aksi tersebut untuk menolak - Image

Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membentangkan spanduk saat menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Aksi tersebut untuk menolak

JawaPos.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan julukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai 'The Queen of Ghosting'. Sebab, Puan dinilai sering memberikan harapan palsu dan menyakiti rakyat.

Pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun menyebut bahwa kritikan tersebut mempunyai indikasi menista dan fitnah belaka. Adapun, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menuturkan, tidak terimanya kritikan merupakan kemunduran demokrasi.

"Itu kemunduran dalam berdemokrasi," jelas dia ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (9/7).

Menurutnya, jika tidak menerima kritikan, masa ini kembali ketika sedang dijajah, yakni semua perkataan yang terlontar dari masyarakat adalah tidak benar. Pemerintahan tersebut dinilai otoriter.

"Kita balik lagi zaman penjajahan dong, semua yang dikatakan masyarakat itu salah kalau tidak sesuai dengan penguasa, jangan balik lah ke masa penjajahan," imbuhnya.

Sebaiknya pihak pemerintah menanggapi kritikan tersebut dengan baik. Jangan memberikan tanggapan tidak menerima.

"Kita sudah di masa demokrasi yang bagus, sehingga orang yang berbeda (pendapat) diajak untuk berdialog, berdebat dan diskusi, bukan langsung melaporkan karena ini penghinaan atau pencemaran nama baik, ajak debat aja," tandasnya.

Sebagai informasi, Politikus PDIP yang juga Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyayangkan protes tersebut. Ia pun mempertanyakan apakah BEM Unnes memahami apa yang disampaikan, sebab dinilai fakta yang disajikan tidak utuh.

Baca juga: BEM Unnes Dapat Tekanan dari Kampus Usai Kritik Wapres dan Ketua DPR

"Hanya dengan mendasarkan prasangka tanpa terlebih dahulu melakukan penelitian, kajian untuk kemudian diuji publik tiba-tiba melakukan kesimpulan seperti itu yang bahkan cenderung menista, memfitnah dan menyerang kehormatan seseorang, apalagi orang tersebut kepala lembaga tinggi negara dan kepala lembaga kepresidenan," ungkap dia kepada wartawan, Kamis (8/7) kemarin.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore