
Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis dihadirkan saat konferensi pers di Kejagung, Sabtu (19/6/2021). Kejaksaan Agung RI berhasil memulangkan buron kasus pembalakan liar Adelin Lis dari Singapura menggunakan pesawat Garuda GA-837. Pemulangan Adelin
JawaPos.com - Kepercayaan dan kepuasan publik terhadap institusi dinilai kejaksaan mulai meningkat. Kepuasan dan kepercayaan itu terlihat dari hasil sejumlah survei yang dirilis pada 2020 hingga 2021.
Terbaru survei yang dirilis Cyrus Network pada Juni 2021. Dari survei itu menyebutkan bahwa kepuasaan publik terhadap kejaksaan agung (kejagung) mencapai 82,2 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan angka sebesar 80,7 persen.
Dibandingkan hasil survei Charta Politika pada Juli 2020, kepercayaan publik terhadap kejagung ketika hanya 60 persen. Lantas meningkat lagi 71,3 persen sebagaimana hasil rilis survei dari Indikator Politik pada Oktober 2020.
Menurut pengajar hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar, capaian yang diraih oleh kejagung adalah prestasi yang mengesankan. Alasannya, meski pada pandemi Covid-19 yang membuat ruang gerak aparat hukum terbatas, namun jajaran korps adhyaksa tetap memberikan pelayanan untuk masyarakat yang menunggu kepastian hukum.
"Apresiasi itu sejalan dengan kinerja yang dilakukan. Masyarakat bisa menilai kinerja Kejagung," ungkap Fickar dalam keterangan persnya, Jumat (25/6).
Belakangan aparat dari kejaksaan berhasil menunjukkan hasil kerja di bidang hukum. Di antaranya, mampu membongkar kasus kakap yang merugikan negara hingga ratusan miliar bahkan triliun rupiah. Contohnya, kasus Jiwasraya dan ASABRI.
Di tengah prestasi tersebut, Fickar tetap mengingatkan aparat kejaksaan agung agar tetap menuntaskan pekerjaan rumahnya (PR) yang belum terselesaikan. Yakni, membongkar kasus penyimpangan uang negara. "Harus bisa membongkar kasus besar lainnya dan melakukan penuntutan secara maksimal," ungkap Fickar lagi.
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara (USU) Edi Warman menyoroti hal lain dari kepuasaan kinerja Kejagung. Yaitu, profesionalisme yang ditunjukkan oleh personel Kejagung. "Survei ini memang mengkonfirmasi penelitian saya bahwa kejaksaan di bawah kepemimpinan Pak Burhanudin cukup baik dan melahirkan harapan publik," ungkap Edi.
Selain profesional personel, Edi menyoroti banyaknya perkara hukum yang diselesaikan Kejagung. "Sejujurnya, intensitasnya perkara hukum yang diselesaikan lebih banyak dibandingkan yang lalu," tegas Edi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
