Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juni 2021 | 19.01 WIB

Kemenag Ajak NU Hingga MUI Dalam Sertifikasi Wawasan Kebangsaan Dai

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Rapat kerja tersebut membahas tindak lanjut persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H - Image

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pemaparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/5/2021). Rapat kerja tersebut membahas tindak lanjut persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan sertifikasi moderasi beragama dan wawasan kebangsaan kepada para dai atau penceramah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi para penceramah.

"Tujuannya adalah bagaimana para penceramah ini memiliki pemahaman tentang moderasi beragama dan di saat yang sama memiliki pemahaman wawasan kebangsaan yang kuat," terangnya, Rabu (2/6).

Yaqut juga menegaskan, sertifikasi yang di maksud bukan seperti yang dibayangkan, yakni dai dikumpulkan oleh Kemenag dan diberi wawasan kebangsaan serta moderasi beragama. Kemudian, diserahkan sertifikat dan hanya yang mendapat sertifikat yang dapat menjadi penceramah.

"Lalu ini menjadi modal atau syarat untuk bisa berceramah, tidak seperti itu. Tapi, kita memberikan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama," imbuhnya.

Kata dia, pihaknya juga akan menggandeng organisasi masyarakat Islam di nusantara. Mulai dari Nahdlatul Ulama hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita juga berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam, kita melibatkan NU, Muhammadiyah, MUI dan ormas ormas Islam yang lain," ujar Yaqut.

Jadi, klaimnya, program ini tidak hanya dilakukan oleh Kemenag sendirian. Yaqut memahami bahwa kolaborasi akan menciptakan output yang lebih baik ketimbang melaksanakannya sendirian.

"Bukan dilakukan oleh Kementerian Agama sendiri, kami sadar juga selain keterbatasan resources yang kita punya, tentu pemahaman keagamaan kita beragam atau mungkin belum memenuhi kualifikasi. Oleh karena itu ormas Islam tetap dilibatkan," tutupnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore