
Photo
JawaPos.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio ikut angkat bicara seputar Vaksin Nusantara dengan metode sel dendritik. Menurutnya, dalam dunia medis metode itu sudah lama digunakan namun untuk terapi kanker. Dan untuk terapi kanker pun biayanya sangat tinggi.
"Saya tidak punya data soal biaya Vaksin Nusantara. Hanya, untuk cancer, terapi sel dendritik itu biayanya cukup tinggi. Karena terapi jadi biayanya sangat tinggi," kata Prof Amin dalam webinar, Sabtu (17/4).
Bercermin dari terapi kanker, kata dia, sesuai dengan namanya, vaksin dendritik adalah sifatnya individual. Sehingga hanya bisa diberikan kepada orang yang sama dengan orang yang menjadi sumber sel dendritik itu. Lalu apakah bisa diterapkan massal?
Baca Juga: Sangat Berbahaya Jika Vaksin Covid-19 Beredar Tanpa Izin dari BPOM
"Tentu bisa dilakukan pada orang banyak, tapi masing-masing orang harus diproses sendiri. Masing-masing harus diperlakukan secara individual," katanya.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Daeng M Faqih mengatakan persoalan Vaksin Nusantara bukan hanya masalah keamanan tapi ada 3 aspek penting keamanan, efikesi dan quality. Ia menilai BPOM masih profesional dan on the track sesuai standar internasional.
"Jadi yang sudah diterapkan dalam rangka pengawasan penilaian itu ada standarnya. Jadi tidak asal lakukan penilian, tidak. Ada standar yang dikerjakan internasional," tegas dr..Daeng.
Dalam catatan BPOM, Vaksin Nusantara merupakan vaksin yang menggunakan campuran sel dendritik yang diperoleh dari darah masing-masing orang. Antigen SARS COV-2 Spike Protein produksi Lake Pharma, CA, USA. GMCSF (Sarmogastrim) suatu growth factor yang diproduksi oleh Sanofi-USA Proses pengolahan sel dendritik dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc. USA yang membutuhkan tenaga terlatih dan sarana produksi yang memenuhi standar GMP agar diperoleh produk vaksin yang memiliki mutu yang baik (tidak terkontaminasi, jumlah sel dendritik sesuai, dan kondisi sel dendritik yang baik). Pada pelaksanaan uji klinis pengolahan sel tersebut dilakukan oleh tim dari AIVITA Biomedical Inc. USA. Transfer teknologi kepada peneliti di RSUP Dr. Kariadi baru dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada beberapa staf untuk melihat proses yang dilakukan oleh tim AIVITA Biomedical Inc. USA.
"Semua komponen utama pembuatan vaksin dendritik ini diimpor dari Amerika Serikat," tegas BPOM.
Apa saja yang diimpor? Semuanya, baik antigen, GMCSF, medium pembuatan sel, dan alat-alat untuk persiapan. Bahkan tenaganya atau SDM pun impor.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=U6jPSut-s_U

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
